Probolinggo•SGB-News.id,– Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, ditutup dengan kemeriahan yang penuh makna. Sebuah acara bertajuk Closing Party digelar pada Minggu (31/8/2025) di RT 07, tepatnya di belakang Masjid Baitussalam atau depan rumah Samsudin. Acara berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga larut malam, dan berhasil menghadirkan ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini memadukan hiburan, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan. Panitia penyelenggara, yang terdiri dari Komunitas Relawan Independen (KRI) bersama Karang Taruna Merah Putih, menghadirkan agenda utama berupa donor darah dan cek kesehatan gratis.
Menariknya, layanan cek kesehatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Puskesmas Sumberasih, yang menurunkan tenaga medis untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat. Pemeriksaan meliputi tensi darah, kadar gula, dan konsultasi kesehatan umum. Kehadiran Puskesmas menjadi bukti sinergi antara masyarakat, relawan, dan lembaga kesehatan dalam menghadirkan manfaat langsung bagi warga.
Acara puncak ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Ketua Umum Komunitas Relawan Independen, Bapak Mario, SH, hadir langsung memberikan dukungan penuh. Kehadirannya seolah menjadi dorongan moral bagi para relawan muda yang menjadi motor penggerak acara ini.
Tak hanya itu, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Rendra Hadi Kusuma, S.Sos., juga hadir di tengah-tengah masyarakat. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini adalah bukti nyata bagaimana desa mampu menjadi pusat gerakan sosial yang membawa manfaat luas.
Hadir pula Camat Sumberasih, Agus Setijono, S.Sos., yang mengapresiasi semangat gotong royong warga Desa Jangur. Menurutnya, HUT RI ke-80 menjadi momentum tepat untuk mempererat persaudaraan. Sementara itu, Kepala Desa Jangur, Lotvi, terlihat berbaur akrab bersama warganya, menegaskan bahwa keberhasilan acara ini adalah hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Antusiasme masyarakat begitu terasa. Ratusan peserta memadati lokasi sejak siang hari. Mereka tidak hanya datang dari Desa Jangur, tetapi juga dari desa sekitar bahkan luar kota. Kehadiran warga dari berbagai daerah ini menunjukkan betapa besar daya tarik acara, sekaligus menjadi cerminan kuatnya semangat kebersamaan.
Bagi sebagian warga, kegiatan donor darah menjadi pengalaman pertama yang berkesan. Mereka merasa bangga bisa ikut menyumbangkan setetes darah demi menolong sesama. Sementara itu, layanan cek kesehatan dari Puskesmas Sumberasih mendapat sambutan hangat, terutama dari kalangan lanjut usia yang merasa terbantu dengan adanya fasilitas pemeriksaan gratis.
“Acara ini bukan hanya hiburan, tapi juga kepedulian nyata. Kami merasa sangat terbantu dengan adanya cek kesehatan gratis,” ujar salah satu warga peserta.
Seiring bergulirnya waktu, suasana kian semarak. Setelah kegiatan sosial, panggung hiburan pun mengambil alih perhatian. Berbagai penampilan seni dan hiburan lokal digelar hingga larut malam, menambah semangat kebersamaan. Sorak sorai, tawa, dan keceriaan masyarakat menjadi penutup manis perayaan HUT RI ke-80 di Desa Jangur.
Meski sederhana, panggung yang berdiri megah di tengah kampung menjadi saksi bagaimana perayaan kemerdekaan bisa berlangsung penuh makna. Bendera merah putih yang menghiasi area acara mengingatkan semua yang hadir bahwa kemerdekaan diraih dengan perjuangan panjang, dan tugas generasi saat ini adalah menjaga serta mengisinya dengan kontribusi nyata.
Closing Party HUT RI ke-80 di Desa Jangur bukan sekadar perayaan tahunan. Ia menjadi simbol bagaimana sebuah desa mampu menghadirkan acara yang memadukan semangat nasionalisme, kepedulian sosial, dan hiburan rakyat dalam satu kesatuan yang harmonis.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan acara, menjadi teladan bahwa pembangunan bangsa bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Kehadiran tokoh-tokoh penting yang berbaur dengan masyarakat semakin mempertegas bahwa kebersamaan adalah kunci dalam setiap langkah maju.
Dari Desa Jangur, sebuah pesan kuat tersampaikan: bahwa memperingati kemerdekaan bukan hanya tentang pesta kembang api atau lomba, tetapi juga tentang menyambung tali persaudaraan, menumbuhkan kepedulian, dan merawat semangat kebersamaan.
HUT RI ke-80 pun ditutup dengan penuh kebanggaan, meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir. Semoga semangat yang lahir dari Desa Jangur ini mampu menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia untuk terus menjaga nilai gotong royong, solidaritas, dan kepedulian sosial dalam setiap momentum kebangsaan.
Penulis Pitric Ferdianto.