SGB-news°PROBOLINGGO – Seorang warga Dusun Bayur, RT 024 RW 007, Desa Pakuniran, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, mengaku tidak pernah tersentuh bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan bedah rumah, meski merasa memenuhi syarat sebagai penerima. Warga bernama Sudarwati (54) itu menilai tidak adanya perhatian dari Pemerintah Desa Pakuniran maupun pendamping dari Dinas Sosial.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kepada SGB-News, Sudarwati menuturkan kondisi ekonominya yang serba terbatas dan rumahnya yang memprihatinkan.
“Saya tidak pernah dapat bantuan apa pun, Pak. Hanya waktu Covid-19 itu saja saya dapat. Setelah itu tidak pernah lagi. Rumah saya reyot, pintunya saja saya minta ke tetangga. Suami saya kerja nyabit rumput untuk dijual,” ujarnya.
Berdasarkan ketentuan, pendamping sosial PKH memiliki tugas melakukan verifikasi dan interaksi langsung dengan keluarga calon penerima. Jika terdapat ketidaktepatan data atau kelalaian petugas, hal tersebut wajib dilaporkan dan ditindak oleh Dinas Sosial Kabupaten.
Namun, hingga kini Sudarwati mengaku tidak pernah dikunjungi pendamping sosial maupun perangkat desa untuk pendataan ulang. Padahal, melalui mekanisme musyawarah desa, data penerima bantuan dapat diperbarui ketika ditemukan warga yang lebih layak.
Upaya konfirmasi SGB-News kepada Camat Pakuniran juga tidak membuahkan hasil. Pesan yang dikirim melalui WhatsApp sejak dua hari sebelum berita ini ditayangkan tidak mendapatkan respons apa pun.
Sementara itu, warga berharap pemerintah desa dan pendamping sosial segera melakukan verifikasi ulang agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan tidak ada warga miskin yang terabaikan.
Bersambung…
Hardon – Udin