LUMAJANG –, Sgb.news.id – Upaya penanganan dampak erupsi Gunung Semeru kembali menjadi sorotan publik, terutama setelah beredar tayangan live di media sosial yang memperlihatkan aktivitas warga di sekitar aliran lahar yang bahkan ditonton lebih dari 2,5 ribu penonton. Untuk mendapatkan data akurat, awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada BPBD Kabupaten Lumajang terkait perkembangan asesmen dan distribusi bantuan di lapangan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Melalui sambungan pesan, tim media menanyakan sejumlah hal penting kepada BPBD Kabupaten Lumajang:
1. Bagaimana hasil asesmen BPBD terkait penanganan dampak erupsi Semeru pada wilayah dan warga yang terdampak?
Apa saja temuan utama di lapangan serta langkah tindak lanjut yang telah atau akan dilakukan oleh BPBD bersama lintas sektor?
2. Bagaimana hasil pendistribusian bantuan dari berbagai sektor untuk warga terdampak?
Apakah bantuan logistik, pemenuhan kebutuhan dasar, serta dukungan sektor lainnya telah tersalurkan secara optimal?
3. Terkait viralnya aktivitas warga di area lahar dan bahkan dijadikan tontonan wisata, bagaimana sikap dan manajemen BPBD dalam memastikan keselamatan masyarakat agar tidak terjadi potensi korban akibat bahaya sekunder erupsi?
Namun, saat dikonfirmasi via seluler, ketua pelaksana BPBD Lumajang Patria memberikan tanggapan singkat:
“Silahkan kontak ke beliau ya,” gelontornya, Senin(24/11/2025).
Ketika ditindaklanjuti melalui nomor WhatsApp yang diberikan, pihak terkait menyampaikan permohonan maaf karena sedang beristirahat akibat ayahnya meninggal dunia.
Hingga berita ini diturunkan, tim masih berupaya menghubungi pihak BPBD lainnya untuk mendapatkan penjelasan lebih lengkap terkait kondisi terkini, langkah mitigasi, serta penanganan warga terdampak erupsi Semeru.
tim-Sgb.news.id