PROBOLINGGO, SGB-news.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, memicu kontroversi tajam.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Foto yang beredar memperlihatkan diduga sajian nasi dan sayur dicampur dalam satu cup plastik kecil tanpa sekat. Cara penyajian ini dinilai tidak higienis, tidak layak konsumsi, dan berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak.
Seorang wali murid secara terbuka menyampaikan kekhawatirannya. Ia menjelaskan bahwa mencampur nasi dan kuah dalam wadah tertutup selama beberapa jam sangat rawan membuat makanan cepat basi.
“Kalau dicampur begini, terus dibiarkan beberapa jam, nasinya bisa basi. Itu membahayakan anak-anak kami. Pelaksana MBG seharusnya menjaga kualitas makanan, bukan asal bagi,” tegasnya.
Ia menambahkan lebih memilih anaknya makan di rumah daripada menerima bantuan makanan yang disajikan dengan cara seperti itu.
Kritik serupa disampaikan beberapa orang tua lainnya. Mereka menilai penggunaan cup plastik kecil sebagai wadah MBG bukan hanya jauh dari standar gizi, tetapi menunjukkan lemahnya kontrol dan pengawasan dari pihak pelaksana program.
Program MBG yang seharusnya memberikan makanan aman, sehat, dan bergizi justru kembali dipertanyakan kualitas implementasinya.
Warga mendesak pelaksana MBG di tingkat sekolah untuk segera dievaluasi. Mereka juga mendorong dinas terkait turun langsung memastikan standar penyajian dan keamanan pangan benar-benar ditegakkan, bukan sekadar menjadi formalitas di atas kertas.
“Ini soal keselamatan anak-anak. Jangan tunggu ada yang sakit baru bertindak,” ujar salah satu wali murid lainnya.
Hingga berita ini dipublikasikan, pelaksana MBG di sekolah yang bersangkutan belum memberikan penjelasan resmi.
SGB-News.id akan terus melakukan konfirmasi dan memantau perkembangan kasus ini.
Tidak lama setelah berita ini beredar, seseorang yang mengaku sebagai guru menghubungi Pimpinan Redaksi SGB-News.id melalui pesan WhatsApp. Ia menyatakan keberatan dan menyebut laporan tersebut tidak benar.
Dalam pesan yang dikirimkan, ia meminta agar redaksi meninjau langsung ke lapangan dan menegaskan bahwa berita yang diterbitkan adalah hoaks. Ia mengaku sebagai salah satu guru di sekolah penerima MBG dan meminta berita segera dihapus.
Berikut isi pesannya:
“Mohon maaf bapak, alangkah baiknya jika mendapat berita, paling tidak tinjau langsung ke lokasi atau sekolah terkait. Mohon maaf, kami sangat menghormati berita bapak, tapi berita yang bapak sebarkan sama sekali tidak benar, berita itu hoax. Saya salah satu guru di sekolah yang sudah mendapatkan MBG. Kalau bapak memberikan informasi dari pemberi aduan, kami juga akan memberikan informasi dari kami. Saya minta berita itu dihapus sekarang juga, hanya menghindari berita yang tidak enak di masyarakat. Dan lagi, jika berita hoax itu tersebar, pihak SGB News yang kena imbasnya karena dinilai menyebarkan berita yang tidak fakta. Segera ditindaklanjuti, mengingat teknologi sekarang canggih. Kalau boleh, saya minta nomor yang melaporkan. Kami sedang menunggu update dari bapak.”
SGB-News.id menegaskan bahwa setiap informasi yang diterima dari masyarakat tetap memiliki hak untuk diverifikasi dan dipublikasikan selama memenuhi unsur kepentingan publik. Terkait klaim pihak yang mengaku pelaksana MBG tersebut, redaksi sedang melakukan penelusuran lebih lanjut dan akan melakukan konfirmasi langsung ke lapangan.
SGB-News.id juga memastikan bahwa permintaan penghapusan berita tidak serta-merta dapat dipenuhi tanpa proses verifikasi yang objektif. Sebagai lembaga pers, redaksi berkewajiban menjaga independensi, memberikan ruang bagi semua pihak, serta memastikan bahwa suara masyarakat tetap tersampaikan tanpa intervensi.
Perkembangan selanjutnya akan diberitakan setelah proses klarifikasi dan investigasi lapangan selesai dilakukan.

6 Desember 2025 – Setelah menerima berbagai tanggapan, tim media SGB-News.id melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya. Dari hasil verifikasi, diketahui bahwa wadah makanan berupa cup plastik kecil yang sempat beredar di foto bukanlah wadah resmi yang digunakan dalam distribusi MBG di Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.
Tim menemukan bahwa wadah tersebut merupakan salinan makanan milik salah satu murid yang kebetulan tidak selera makan, sehingga makanan dipindahkan ke wadah lain oleh pihak tertentu. Dengan demikian, wadah tersebut tidak mencerminkan standar distribusi MBG yang sebenarnya.
Pelaksana MBG di lokasi memastikan bahwa pengiriman resmi tidak menggunakan wadah seperti dalam foto yang beredar sebelumnya.
Pimpinan Redaksi SGB-News.id menegaskan bahwa setiap informasi dari masyarakat tetap akan ditampung, tetapi akurasi adalah prioritas utama. Karena itu, redaksi mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama yang berpotensi menimbulkan keresahan publik.
Redaksi akan terus melakukan pemantauan dan menyampaikan perkembangan terbaru secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tim-Redaksi