PASURUAN, SGB-news.id – 5 Desember 2025 — Formasy Praja Nusantara (FPN) Pasuruan Raya menyatakan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui berbagai kegiatan pemberdayaan kelompok tani di wilayah Pasuruan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Ketua Dewan Majelis Daerah (DMD) FPN Pasuruan Raya, Romsul Hasbawi, mengatakan bahwa pihaknya telah aktif sejak Maret 2025 dalam mensosialisasikan program pemerintah dan dukungan terhadap kebijakan Kapolri terkait target swasembada pangan dengan perluasan budidaya hingga satu juta hektar. Upaya ini dilakukan melalui pembinaan terhadap 31 kelompok tani di empat kecamatan, yaitu Rembang, Kraton, Wonorejo, dan Sukorejo, dengan total pengajuan luas lahan mencapai sekitar 1.777 hektare.
Menurut Romsul, pada November 2025 pihaknya kembali mengajukan permohonan bantuan benih kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan. Pengajuan tersebut meliputi benih jagung Sry Aggung 919 Varietas SJI 101 sesuai CPCL seluas 1.777 hektare. Dari permohonan itu, FPN menerima bantuan benih jagung Sri Aggung sebanyak 1.050 kilogram untuk kebutuhan 70 hektare lahan.
Romsul merinci distribusi lahan tersebut meliputi Kecamatan Rembang seluas 40 hektare melalui Poktan Sedap Malam 10 Ha, Rowangkal 10 Ha, Morodadi S 10 Ha, serta Morodadi 10 Ha. Selanjutnya Kecamatan Kraton memperoleh alokasi 15 hektare untuk Poktan Agromulyo, dan Kecamatan Sukorejo 15 hektare untuk Poktan Sari Tani. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat jaringan petani mitra sekaligus mendorong percepatan swasembada pangan di Pasuruan.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum Dewan Majelis Nasional Formasy Praja Nusantara, Dodik Purwoko, SP., menyampaikan harapan agar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan lebih terbuka dalam menentukan kelompok tani penerima bantuan benih. Dodik juga menyoroti adanya sekitar 1.707 hektare lahan milik kelompok tani yang telah diajukan namun belum mendapatkan bantuan benih Varietas SJI 101.
Ia berharap lahan-lahan tersebut bisa diprioritaskan memperoleh bantuan dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Dodik juga meminta agar Pemerintah Kabupaten Pasuruan, apabila memiliki kebijakan khusus terkait distribusi bantuan pertanian, dapat menyosialisasikannya secara terbuka agar mudah diakses kelompok tani.
Dodik menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau proses distribusi benih serta perkembangan varietas baru tersebut di lapangan, sebagai bentuk dukungan terhadap keberhasilan program swasembada pangan di Kabupaten Pasuruan.
AB