Sgb.news.id – Probolinggo,- Seleksi calon Direksi dan Komisaris Perseroda Bahari Tanjung Tembaga Kota Probolinggo memasuki tahap krusial, namun sorotan tajam justru datang dari legislatif. Ketua Fraksi Gerindra sekaligus Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo, Riyadhus Sholihin Firdaus, menegaskan bahwa proses ini tidak boleh ternodai oleh intervensi politik maupun kepentingan kelompok.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Riyadhus menyatakan bahwa DPRD memantau ketat jalannya seleksi, mengingat Perseroda merupakan BUMD baru yang akan memegang peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Seleksi ini harus akuntabel, menghasilkan direksi dan komisaris yang kompeten dan berkapasitas. Jangan ada titipan politik praktis yang merusak profesionalitas. Prioritasnya adalah kemampuan, integritas, dan kesanggupan bekerja sama dengan stakeholder,” tegasnya.
Pernyataan keras tersebut disampaikan di tengah proses wawancara mendalam yang diikuti enam calon direksi dan tiga calon komisaris di Command Center Kota Probolinggo. Para kandidat diuji mengenai rencana bisnis, mitigasi risiko hukum dan keuangan, serta kemampuan memimpin BUMD yang baru memasuki tahun pertama operasional.
Riyadhus menekankan bahwa DPRD tidak hanya mengawasi, tetapi juga memastikan agar panitia seleksi mengedepankan transparansi dan standar profesional sesuai regulasi daerah. Menurutnya, kegagalan memilih figur yang tepat akan berdampak langsung pada efektivitas Perseroda dalam mengelola sektor pelabuhan, jasa maritim, dan unit-unit bisnis lain yang menjadi harapan baru ekonomi kota.
DPRD, lanjutnya, akan memberikan dukungan penuh kepada direksi dan komisaris terpilih selama proses seleksi benar-benar bersih dan berbasis kompetensi, bukan negosiasi politik.
Dengan penegasan ini, DPRD ingin memastikan bahwa Perseroda Bahari Tanjung Tembaga tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi dipimpin oleh figur yang mampu bekerja secara profesional dan mendatangkan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Probolinggo.
penulis : Diki maulana muttaqin
