Sgb-news.id – Sumatra Utara,- BMKG Sumatera Barat kembali merilis peringatan dini cuaca pada Rabu (10/12/2025) pukul 02.35 WIB. Lembaga tersebut melaporkan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang masih terus terjadi di berbagai wilayah Sumatera Barat.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pada pukul 02.45 WIB, aktivitas hujan lebat terpantau melanda Kabupaten Pesisir Selatan, khususnya wilayah Lengayang, Batang Kapas, IV Jurai, Koto XI Tarusan, Sutera, dan IV Nagari Bayang Utara. Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Solok, mencakup Gunung Talang, Kubung, dan X Koto Singkarak.
Kabupaten Tanah Datar turut mengalami cuaca ekstrem pada beberapa titik, seperti Batu Taba, Rambatan, dan Batipuh Selatan. Sementara itu, Kabupaten Padang Pariaman berada dalam kondisi siaga dengan cuaca signifikan di Lubuk Alung, Nan Sabaris, 2×11 Enam Lingkung, V Koto Sungai Sariak, hingga V Koto Kampung Dalam.
Wilayah Kota Pariaman, Kabupaten Agam (Lubuk Basung, Tanjung Raya), serta Kepulauan Mentawai — mulai dari Pagai Utara, Sipora Selatan, hingga Siberut Selatan — juga disebut masuk zona cuaca ekstrem. Kota Padang berada dalam pengawasan khusus, terutama Lubuk Kilangan, Pauh, Kuranji, Koto Tangah, dan area sekitarnya.
BMKG menyebut kondisi ini diperkirakan akan meluas ke berbagai daerah lain seperti Ranah Pesisir, Bayang, Linggo Sari Baganti (Kabupaten Pesisir Selatan), Pantai Cermin dan Lembah Gumanti (Kabupaten Solok), serta sejumlah kecamatan di Tanah Datar, Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, Pasaman, hingga Pasaman Barat.
Kepulauan Mentawai juga berpotensi mengalami peningkatan cuaca buruk di Siberut Utara, Siberut Barat, Pagai Selatan, hingga Sipora Utara. Sementara itu, Kota Solok, Kota Bukittinggi, dan Kota Padang Panjang turut dimasukkan dalam daftar wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.
BMKG mengingatkan bahwa cuaca ekstrem ini masih dapat berlangsung hingga pukul 04.45 WIB. Masyarakat diminta tetap berhati-hati terhadap potensi banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas transportasi.
Pembaruan informasi cuaca dapat dipantau secara berkala melalui kanal resmi BMKG.
Sumber: BMKG
Penulis: Pitric Ferdianto