SGB-news.id°Lumajang, LSM-LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) mengapresiasi kinerja Bupati Lumajang bunda Indah yang tegas lugas dan cekatan. Programnya memyentuh langsung kepada akar rumput (masyarakat) hal itu patut diacungi jempol dan menjadi suri tauladan. Rabu (10/12/2025)
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Namun disisi lain dalam hal ini bawahan serta penegakan hukum dan aturan terkesan masih mandul dan buta.
Menurut Dendik Zeldianto wabup lsm-lira dpd Lumajang,masih banyak terlihat koruptor yang terkesan merasa nyaman tanpa ada sentuhan hukum. Justru terkesan adanya upaya tutup mata dan toleransi diatas kewajaran.
“Maraknya aksi pencitraan oleh oknum penegak hukum dan aturan di kabupaten Lumajang. Biar kelihatan kinerja mereka seolah-olah tegak lurus dimata masyarakat, biarpun sebenarnya mereka rapuh dan mandul.” Tuturnya.
Ini terlihat dengan jelas contoh kasus,terindikasi dengan jelas korupsi pelanggaran kode etik di desa Barat kecamatan Padang yang terkesan dibiarkan dan berpotensi besar untuk meloloskan sak kades dari jeratan hukum. Dugaan KKN ( Korupsi,Kolusi dan Nepotisme ) yang terjadi di salah satu pemdes kecamatan Ranuyoso yang mana banyak perangkat desa yang masih keluarga dengan kades. Salah satunya yang dikutip dari media Brilian-news.id, Ini kan pembiaran yang dipertontonkan oleh penegak hukum.
Masih menurut lelaki yang akrab disapa Dendik ekstrim ini,ada lagi perbuatan melawan hukum yang terjadi di desa Pandan Arum kecamatan Tempeh. Kuat dugaan pemotongan dengan sengaja (Pungli) dana BLT KESRA (Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat) sebesar Rp 900.000/orang dipotong sebesar Rp 50.000/orang dengan dalih ucapan terimakasih. LSM-LIRA sudah klarifikasi kepada mereka yang bersangkutan tapi sepertinya bungkam besar kemungkinan adanya persengkongkolan jahat dengan aparat (Pejabat) yang berwenang.
“Itulah potret Lumajang saat ini dengan Bupati yang hebat namun bawahan atau pendukungnya bagian penegakan hukum dan aturan yang memberikan surga kepada para penjahat uang rakyat. Sungguh sangat disayangkan kondisi seperti ini yang berlawanan arus, kemungkinan inilah penyebab alam tidak terima akhirnya Semeru muak melihatnya.” Pungkasnya.
Tim-Redaksi