JAKARTA°SGB News – Dewan Pers secara resmi menutup rangkaian Anugerah Dewan Pers 2025, sebuah ajang penghargaan yang diberikan kepada tokoh dan insan pers yang dinilai berjasa besar dalam menjaga marwah jurnalistik, kemanusiaan, serta demokrasi di Indonesia.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Melalui unggahan resminya, Dewan Pers mengumumkan tiga kategori penerima penghargaan tahun ini, yakni Tokoh Pers, Wartawan Tangguh, serta Tokoh Kemanusiaan dan Perdamaian. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi, integritas, dan keberanian dalam menjalankan peran strategis pers di tengah tantangan zaman.
Pada kategori Tokoh Pers, penghargaan dianugerahkan kepada Jakob Oetama. Almarhum dikenal sebagai pendiri Harian Kompas bersama P.K. Ojong pada 28 Juni 1965. Jakob Oetama dikenang sebagai tokoh yang menanamkan prinsip jurnalisme yang bijak dan humanis, serta menjadikan Kompas sebagai salah satu media paling dipercaya di Indonesia. Keteladanannya tidak hanya terlihat dari karya jurnalistik, tetapi juga dari sikap rendah hati dan perannya sebagai guru bagi banyak wartawan lintas generasi.
Sementara itu, kategori Wartawan Tangguh diberikan kepada Muhamad Rifky Juliana, jurnalis muda yang dinilai menunjukkan keberanian dan keteguhan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Rifky tercatat menjadi korban pengeroyokan saat meliput sidak lingkungan di PT Genesis Regeneration Smelting (GRS), Kabupaten Serang, Banten, pada 21 Agustus 2025. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kerja jurnalistik masih menghadapi risiko serius, sekaligus menegaskan pentingnya perlindungan terhadap wartawan dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
Adapun kategori Tokoh Kemanusiaan dan Perdamaian dianugerahkan kepada Jusuf Kalla. Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia itu dinilai konsisten memperjuangkan kemerdekaan pers dan stabilitas demokrasi sejak awal era Reformasi. Peran Jusuf Kalla tidak hanya terlihat dalam kapasitasnya sebagai pejabat negara, tetapi juga melalui berbagai inisiatif perdamaian dan sikapnya yang menegaskan pentingnya kebebasan berekspresi serta etika jurnalistik dalam kehidupan berbangsa.
Anugerah Dewan Pers 2025 menjadi penegasan bahwa pers bukan sekadar profesi, melainkan pilar demokrasi yang membutuhkan keberanian, integritas, dan keberpihakan pada nilai kemanusiaan. Penghargaan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi insan pers dan seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga kebebasan pers yang bertanggung jawab, profesional, dan beretika.
Dengan berakhirnya malam puncak Anugerah Dewan Pers 2025, Dewan Pers kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ekosistem pers yang sehat, independen, serta berpihak pada kepentingan publik.
Redaksi