PASURUAN, SGB-News.id – Kabupaten Pasuruan semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu wilayah strategis tujuan investasi. Kali ini, perusahaan smelter aluminium berskala global asal Chongqing, Tiongkok, Bosai Mineral Group, menyatakan minat serius untuk menanamkan modal di Kabupaten Pasuruan dengan nilai fantastis mencapai USD 1,5 miliar atau setara Rp 25 triliun.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Keseriusan itu dibuktikan melalui kunjungan langsung manajemen Bosai ke Kabupaten Pasuruan pada Kamis (15/1/2026) siang. Rombongan yang dipimpin Vice President Bosai Mineral Group, Mr Cao Wengi, disambut langsung oleh Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori, Wakil Ketua Tim Percepatan Pembangunan Suryono Pane, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ridwan Harris.[sitekit_posts posts_per_page=”4″ order=”DESC” orderby=”date”]
Kunjungan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Kabupaten Pasuruan mulai diperhitungkan di peta investasi industri global, khususnya sektor hilirisasi mineral dan logam.
Dalam keterangannya, Mr Cao Wengi menegaskan bahwa rencana investasi Bosai di Pasuruan bukan proyek kecil.
“Nilai investasi yang kami siapkan mencapai sekitar USD 1,5 miliar. Kami melihat Kabupaten Pasuruan memiliki potensi besar untuk pengembangan industri smelter aluminium,” ujarnya.
Nilai investasi tersebut bukan hanya menunjukkan skala proyek, tetapi juga membuka peluang besar bagi daerah, mulai dari penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi lokal, hingga percepatan transformasi industri.
Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menyambut positif rencana tersebut. Menurutnya, kehadiran investor global merupakan peluang strategis yang harus dikawal secara serius dan profesional agar benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah daerah, lanjut Shobih, berkomitmen untuk memberikan dukungan dalam koridor regulasi, kemudahan perizinan, serta kepastian iklim investasi, tanpa mengabaikan aspek lingkungan dan kepentingan masyarakat.
Masuknya Bosai Mineral Group menjadi bukti bahwa Kabupaten Pasuruan tidak lagi hanya menjadi daerah penyangga industri, tetapi mulai bertransformasi menjadi destinasi investasi global. Tantangan ke depan bukan sekadar mendatangkan investor, melainkan memastikan investasi triliunan rupiah ini benar-benar memberi nilai tambah nyata bagi daerah, bukan hanya angka di atas kertas.
Tim-Redaksi