Sgb-news.id – Peringatan Hari Gizi Nasional yang jatuh pada 25 Januari 2026 menjadi momentum penting untuk kembali menegaskan peran gizi sebagai fondasi utama kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dalam peringatan tahun ini, Redaksi SGB-News.id menyampaikan ucapan Selamat Hari Gizi Nasional 2026 kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Melalui peringatan tersebut, SGB-News.id mengajak seluruh elemen bangsa—pemerintah, tenaga kesehatan, pendidik, orang tua, hingga masyarakat luas—untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun pola hidup sehat berbasis gizi seimbang.
Pemimpin Redaksi SGB-News.id menyampaikan bahwa persoalan gizi tidak bisa dipandang sebagai isu kesehatan semata, melainkan sebagai persoalan masa depan bangsa.
“Gizi adalah investasi jangka panjang. Dari asupan yang benar hari ini, lahir generasi yang kuat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan. SGB-News.id berdiri mendukung setiap ikhtiar yang berpihak pada kesehatan rakyat,” tegasnya, Minggu (25/1/2026).
Ia menambahkan, di tengah tantangan zaman mulai dari tingginya konsumsi makanan instan, ketimpangan akses pangan bergizi, hingga masih adanya kasus stunting dan gizi buruk dibutuhkan kesadaran kolektif untuk kembali menempatkan gizi sebagai prioritas.
Sebagai media yang mengusung misi kontrol sosial dan edukasi publik, SGB-News.id berkomitmen untuk terus menghadirkan pemberitaan yang mendorong literasi gizi, mengawal kebijakan publik di sektor kesehatan, serta menyuarakan kepentingan masyarakat kecil agar memperoleh akses pangan yang sehat dan layak.
Peringatan Hari Gizi Nasional 2026 ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi titik tolak penguatan gerakan nyata di tengah masyarakat, dari meja makan keluarga, lingkungan sekolah, hingga kebijakan pembangunan daerah dan nasional.
“Bangsa yang besar bukan hanya yang kaya sumber daya, tetapi yang rakyatnya sehat. Dan kesehatan selalu dimulai dari gizi,” pungkasnya.
SGB-News.id Penyalur lidah rakyat, mengawal masa depan Indonesia yang lebih sehat.
Penulis: Bahrusyofan Hasanudin