GRESIK | SGB-News.id – Dugaan praktik penyelewengan solar bersubsidi kembali mencuat di Kabupaten Gresik. Pimpinan Redaksi media SGB-News.id mengungkap adanya aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan pengumpulan dan distribusi ilegal BBM subsidi di wilayah Jalan Gamping Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Berdasarkan pantauan lapangan, aktivitas tersebut diduga berlangsung di sebuah lokasi yang dikelola oleh pihak berinisial PND. Di lokasi itu, solar bersubsidi diduga dikumpulkan oleh tengkulak menggunakan kendaraan jenis Panther, kemudian dipindahkan, ditimbun, dan selanjutnya diangkut menggunakan mobil tangki.
Informasi tersebut telah disampaikan langsung kepada Kapolres Gresik. Dalam komunikasi itu, SGB-News.id juga menyampaikan temuan adanya tumpahan solar bersubsidi di lokasi, yang mengindikasikan kuat adanya aktivitas distribusi BBM yang tidak sesuai ketentuan.
Menanggapi laporan tersebut, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution meminta agar bukti-bukti dibawa ke Satuan Reserse Kriminal dan menanyakan kesediaan pihak SGB-News.id untuk menjadi pelapor.
SGB-News.id menyatakan siap menjadi pelapor dan menempuh jalur resmi, bahkan menegaskan akan membuat laporan pengaduan ke Polda Jawa Timur.
Namun, di titik inilah muncul ironi yang patut dicatat publik.
Media pada prinsipnya bekerja menghimpun fakta, memverifikasi, lalu mempublikasikan agar aparat penegak hukum menjalankan kewenangannya. Dalam banyak kasus, pemberitaan yang kuat sudah cukup menjadi dasar bagi aparat untuk bergerak. Tetapi dalam dugaan mafia solar ini, media justru harus turun langsung melakukan pelaporan, layaknya peran yang selama ini lebih sering dijalankan oleh ormas atau LSM.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius: apakah informasi hasil kerja jurnalistik belum lagi dipandang cukup sebagai alarm awal penegakan hukum?
Kasus dugaan mafia solar bukan persoalan ringan. Solar subsidi adalah komoditas strategis yang disiapkan negara untuk rakyat kecil. Ketika muncul dugaan bahwa ia dikelola, ditimbun, dan dialihkan oleh jaringan tertentu, maka yang dirampas bukan hanya BBM, tetapi hak hidup masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait status penanganan lokasi yang dikelola oleh pihak berinisial PND. SGB-News.id menegaskan tetap membuka ruang klarifikasi bagi semua pihak yang disebut dalam pemberitaan ini.
SGB-News.id menyatakan akan mengawal proses pelaporan ke Polda Jawa Timur secara terbuka.
Karena jika media sudah harus berperan sebagai pelapor, itu bukan hanya tentang mafia solar.
Itu tentang seberapa serius negara membaca peringatan.
Tim-Redaksi
