PROBOLINGGO | SGB-News.id — Proyek pembangunan rest area terbuka yang menelan anggaran miliaran rupiah di Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, dilaporkan mengalami ambrol meski belum difungsikan. Kondisi tersebut memicu pertanyaan serius dari masyarakat terkait kualitas perencanaan dan pelaksanaan proyek.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (30/1/2026), tampak struktur beton penahan tanah mengalami kemiringan dan penurunan. Sejumlah bagian bahkan terlihat ditopang dengan batang bambu sebagai penyangga sementara. Proyek tersebut hingga kini belum digunakan untuk aktivitas apa pun.
Salah seorang warga sekitar, S, mengatakan kerusakan terjadi dalam waktu yang relatif singkat setelah pekerjaan selesai.
“Belum ditempati, belum ada kegiatan, tapi sudah ambrol. Kami khawatir kalau nanti dipakai malah membahayakan,” ujarnya.
Warga lainnya, M, menilai kondisi tersebut tidak sebanding dengan nilai anggaran yang digelontorkan.
“Ini proyek miliaran, tapi hasilnya seperti ini. Kalau alasannya tanah labil, seharusnya sudah dihitung dari awal. Jangan setelah rusak baru cari alasan,” katanya.
Menurut warga, kondisi tanah di kawasan tersebut bukan hal baru dan seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan teknis. Mereka menyayangkan jika proyek yang bersumber dari uang publik justru menunjukkan tanda-tanda kegagalan sebelum dimanfaatkan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi teknis terkait mengenai penyebab ambrolnya bangunan dan langkah penanganan yang akan dilakukan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan pengecekan menyeluruh serta menyampaikan penjelasan secara terbuka kepada publik, termasuk memastikan keamanan bangunan dan kejelasan pertanggungjawaban atas kondisi proyek tersebut.
SGB News akan terus memantau perkembangan dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang.
Tim-Redaksi
