SGB-NEWS.ID | PROBOLINGGO — Kejuaraan Bola Basket Bee Jay Cup Kategori Putra-Putri Tingkat SD Season 2 resmi dibuka pada Selasa (3/2) di GOR Tri Dharma. Ratusan atlet muda bertalenta dari berbagai sekolah dasar se-Kota Probolinggo berkumpul, membawa satu semangat yang sama: bertanding jujur, berani, dan penuh sportivitas.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Ajang ini mempertandingkan dua kategori utama, yakni Lower untuk kelas 1–3 SD dan Upper untuk kelas 4–6 SD. Suasana kompetisi makin hidup dengan digelarnya Dance Competition kategori umum, yang menjadi pelengkap hiburan sekaligus ruang ekspresi kreatif generasi muda. Singkatnya: lapangan panas, tribun lebih panas bukan karena cuaca, tapi karena semangat.
Antusiasme Penonton Jadi Energi Atlet
Sebagai pelaksana kegiatan, Direktur BJBR Group, Benjamin Mangitung, menyampaikan apresiasi kepada seluruh sponsor dan insan olahraga bola basket yang telah berkontribusi menyukseskan Bee Jay Cup Season 2. Ia menyoroti atmosfer pertandingan yang justru semakin seru di kategori usia dini.
“Ternyata yang lower ini lebih seru dibanding yang upper. Yang lebih seru lagi ibu-ibu dan bapak-bapaknya, sampai habis suaranya. Selamat bertanding, secara jujur, secara kesatria, menang pun secara kesatria,” ujarnya disambut tawa dan tepuk tangan penonton.
Komentar itu jujur dan apa adanya. Anak-anak bertanding lepas, orang tua total mendukung. Kombinasi yang bikin kompetisi terasa hidup—dan kadang lebih riuh dari liga profesional.
Pembinaan Dini Kunci Prestasi Masa Depan
Hadir mewakili Wali Kota Probolinggo, Asisten Administrasi Umum Agus Efendi menegaskan bahwa pembinaan atlet sejak usia dini adalah fondasi utama untuk melahirkan prestasi berkelanjutan. Namun ia menekankan, prestasi tanpa kejujuran hanya akan jadi angka kosong.
“Mari, adik-adik, kita laksanakan pertandingan ini dengan sportif dan jujur. Karena kelak, kalian akan menjadi atlet-atlet luar biasa, atlet kebanggaan Kota Probolinggo, Jawa Timur, bahkan nasional,” pesannya.
Ia juga berharap Bee Jay Cup terus berkembang menjadi ajang yang lebih luas, konsisten, dan menjadi kebanggaan masyarakat. Harapan yang masuk akal karena bakat tidak lahir instan, ia ditempa dari lapangan kecil dengan aturan besar: disiplin dan fair play.
Lebih dari Sekadar Turnamen
Bee Jay Cup Season 2 bukan sekadar kompetisi. Ia adalah ruang belajar, panggung mental, dan laboratorium karakter. Di sini, anak-anak belajar kalah tanpa drama, menang tanpa jumawa. Orang tua belajar mendukung tanpa menekan. Panitia belajar bahwa pembinaan olahraga butuh konsistensi, bukan seremoni.
Jika ekosistem seperti ini terus dijaga, jangan heran bila beberapa tahun ke depan, nama-nama dari lapangan GOR Tri Dharma ini terdengar di level provinsi, nasional, bahkan internasional. Hari ini mereka anak-anak SD. Besok? Bisa jadi atlet kebanggaan daerah.
Shinta