PROBOLINGGO | SGB-News.id – Regenerasi kepemimpinan sekolah di Kota Probolinggo mulai digarap serius. Sebanyak 36 guru berusia di bawah 56 tahun mengikuti Paparan Seleksi Calon Kepala Sekolah jenjang SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Kamis (5/2), bertempat di Command Center Kantor Wali Kota Probolinggo.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Seleksi ini bukan formalitas tahunan. Pemerintah Kota ingin memastikan bahwa kepala sekolah ke depan adalah figur yang siap memimpin perubahan, bukan sekadar mengisi jabatan. Karena itu, proses assessment dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan lintas unsur.
“Saya sengaja meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan assessment tidak hanya secara kelembagaan, tetapi juga melibatkan BKPSDM, Pak Sekda, dan saya sendiri,” ujar Wali Kota Probolinggo Aminuddin saat membuka kegiatan sekaligus memberikan arahan.
Pesan wali kota lugas: kepala sekolah adalah ujung tombak kualitas pendidikan. Mereka harus punya kapasitas kepemimpinan, keberanian mengambil keputusan, serta kepekaan sosial. Sekolah tidak boleh menjadi ruang eksklusif, tetapi rumah bersama bagi semua.
Aminuddin menekankan bahwa kepala sekolah yang terpilih nantinya harus menerapkan sistem inklusi, memberi kesempatan setara bagi seluruh warga sekolah. Lebih dari itu, kepala sekolah dituntut menjadi problem solving, mampu merespons persoalan nyata di lapangan dengan solusi konkret. Kemampuan berbahasa asing pun disebut sebagai nilai tambah—bukan untuk pamer, tapi untuk membuka jejaring dan wawasan global.
Tak kalah penting, para peserta diminta memaparkan rencana strategis mereka dalam mendukung program pembangunan kota, khususnya BERSOLEK, melalui peningkatan kualitas pendidikan dan penataan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan berkarakter.
“Saat ini kita perlu mendengar apa rencana bapak-ibu sekalian dalam menyusun strategi untuk pencapaian-pencapaian itu,” tambahnya.
Keterlibatan BKPSDM Kota Probolinggo dan jajaran pimpinan daerah menjadi sinyal kuat bahwa seleksi ini berbasis meritokrasi. Yang dinilai bukan hanya senioritas, tetapi visi, integritas, dan kesiapan bekerja.
Bagi 36 guru peserta, paparan ini adalah titik uji sekaligus kesempatan. Di hadapan mereka terbentang tanggung jawab besar: membentuk generasi Lare Bayuangga yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Pemerintah Kota Probolinggo menaruh harapan besar. Dari ruang Command Center ini, lahir calon-calon kepala sekolah yang tidak hanya pandai mengatur, tetapi mampu menggerakkan. Karena masa depan kota, dimulai dari kualitas sekolah hari ini.
Redaksi