KOTA PROBOLINGGO | SGB-News id – Pemerintah Kota Probolinggo kembali menegaskan komitmennya pada pelayanan kesehatan berbasis keluarga. Kamis (5/2/2026), Pemkot resmi meluncurkan Digitalisasi Posyandu dan Jam Tangan Kesehatan Terintegrasi untuk Monitoring dan Evaluasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat (KGM) Tahun 2026. Peluncuran berlangsung di Ruang Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Program ini dibuka langsung oleh dr. Aminuddin, didampingi Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani Aminuddin. Hadir pula jajaran kepala perangkat daerah, pimpinan rumah sakit, kepala puskesmas, kader Posyandu, hingga ibu hamil penerima manfaat. Lengkap. Bukan seremoni kosong.
Posyandu Naik Kelas, Data Tak Lagi Manual
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo dr. Intan Sudarmadi menjelaskan, Posyandu yang awalnya dikenal sebagai Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM), kini berkembang menjadi Posyandu 6 Standar Minimal (SM). Enam bidang dasar tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum.
“Posyandu sekarang tidak lagi bicara timbang badan balita saja. Layanannya mencakup seluruh siklus hidup melalui Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP),” tegas dr. Intan.
Menurutnya, kompleksitas layanan menuntut sistem yang rapi dan cepat. Di sinilah digitalisasi mengambil peran. Melalui aplikasi Siskia Mobile, kader Posyandu dapat melakukan pendataan dan pelaporan secara real time. Data tidak lagi tercecer di buku catatan. Kalau dulu telat laporan, sekarang tinggal buka ponsel.
Jam Tangan Kesehatan: Teknologi yang Membumi
Salah satu terobosan menarik adalah penggunaan jam tangan kesehatan terintegrasi. Perangkat ini membantu pemantauan kondisi kesehatan keluarga, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita. Bukan gaya-gayaan teknologi, tapi alat bantu kebijakan berbasis data.
Bagi pemerintah daerah, data akurat berarti intervensi tepat sasaran. Bagi masyarakat, layanan menjadi lebih cepat dan responsif. Win-win. Tidak ribet, tidak bertele-tele.
Investasi Jangka Panjang SDM
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan bahwa digitalisasi Posyandu bukan proyek sesaat, melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia. Pencegahan stunting, peningkatan gizi, dan kesehatan keluarga harus dimulai dari sistem paling dekat dengan warga.
“Kalau ingin hasil besar, perbaiki dari hulu. Posyandu adalah hulu itu,” ujarnya.
Peluncuran ini menjadi sinyal jelas: Pemkot Probolinggo tidak ingin tertinggal dalam transformasi layanan publik. Kader Posyandu diberi alat, sistem diperkuat, dan masyarakat dilibatkan. Selebihnya soal konsistensi. Teknologi sudah ada, tinggal bagaimana dijalankan.
Satu hal pasti, Posyandu di Probolinggo kini bukan lagi sekadar meja timbang dan buku KIA. Ia bertransformasi menjadi pusat data kesehatan keluarga. Dan itu langkah maju yang nyata.
Redaksi