Probolinggo, SGB-News.id — Anak usia dini menjadi fokus utama upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Probolinggo. Bunda PAUD Kota Probolinggo, dr. Evariani, secara langsung memantau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di TK Tunas Harapan, Jumat (13/2), sambil mengedukasi anak dan orang tua soal pentingnya gizi seimbang sejak dini.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu disambut hangat oleh siswa dan guru. Anak-anak tampak antusias saat melihat menu MBG yang terdiri atas nasi, ayam kremes, tempe bacem, sayur, buah jeruk, dan susu. dr. Evariani bahkan ikut berinteraksi, mengajak anak mencicipi makanan sambil menanamkan pesan bahwa makanan sehat bukan sekadar “makanan utama”, tapi fondasi tumbuh kembang mereka.
“Periode emas anak dari lahir hingga delapan tahun menentukan kualitas pertumbuhan fisik dan otak. Jika gizi terpenuhi di masa ini, peluang anak meraih prestasi di masa depan jauh lebih besar,” tegas dr. Evariani di hadapan wali murid dan pendidik. Ia menekankan bahwa gizi optimal bukan hanya soal makanan, tapi bagaimana keluarga memahami dan menerapkannya setiap hari.
Selama kunjungan, Bunda PAUD tak hanya berbicara dengan orang tua, tetapi juga berdialog dengan guru PAUD mengenai tantangan implementasi menu gizi seimbang di sekolah. Ia memberi tips praktis, seperti melibatkan anak dalam pemilihan dan penyajian makanan agar rasa ingin tahu dan selera makan anak berkembang.
Kepala PAUD Tunas Harapan, Ngatim, mengungkapkan bahwa program MBG telah berjalan sejak Agustus 2025 dan mengalami peningkatan kualitas setiap bulan. Evaluasi melibatkan orang tua untuk memastikan menu sesuai selera anak tanpa mengorbankan aspek gizi.
Salah satu orang tua, Nuraeni, menyebut kunjungan dr. Evariani sangat memotivasi. “Awalnya anak pilih-pilih makan, tapi setelah ibu Bunda kasih tahu pentingnya gizi untuk otak dan pertumbuhan, saya lebih konsisten mengatur menu di rumah,” katanya.
Tak hanya fokus pada konsumsi di sekolah, dr. Evariani juga mendorong pentingnya pantauan gizi anak secara berkala melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, dan catatan asupan. Menurutnya, “Gizi yang baik adalah investasi jangka panjang; bukan sekadar kenyang hari ini.”
Perpaduan edukasi di sekolah, keterlibatan orang tua, dan dukungan program pemerintah diharapkan mencetak generasi cerdas dan sehat anak yang tidak hanya bertahan, tetapi unggul dan siap bersaing di masa depan.
Redaksi
