Pasuruan| SGB-News.id – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD dari Partai Gelora, Dewan Misto, daerah pemilihan (Dapil) 3, turun langsung mengikuti kerja bakti bersama warga Dusun Krajan, Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Minggu (15/2/2026).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kegiatan tersebut dipimpin tokoh masyarakat setempat, H. Bari, dengan sasaran pembersihan pinggir jalan menuju area makam desa. Namun perhatian warga tak hanya tertuju pada aktivitas gotong royong, melainkan juga pada kehadiran wakil rakyat yang memilih turun langsung, bukan sekadar datang memberi sambutan.
Sejak pagi, Dewan Misto tampak berbaur bersama warga, ikut menyaksikan proses pembersihan rumput liar, pengangkutan sampah, hingga perapian saluran air. Kehadiran tersebut dinilai sebagai bentuk nyata komitmen DPRD untuk tidak menjaga jarak dengan konstituennya.
Dalam keterangannya, Dewan Misto menegaskan bahwa peran anggota DPRD bukan hanya bekerja di ruang sidang, tetapi juga memastikan aspirasi dan kebutuhan masyarakat dipahami langsung dari lapangan.
“Kerja bakti seperti ini adalah cerminan kepedulian bersama. DPRD harus hadir dan melihat langsung kondisi masyarakat. Jangan hanya mendengar laporan di atas kertas,” ujarnya.
Ia menilai, kegiatan sederhana seperti kerja bakti memiliki makna strategis. Selain menjaga kebersihan lingkungan menjelang Ramadhan, kegiatan tersebut memperkuat hubungan sosial antarwarga dan antara masyarakat dengan wakil rakyatnya.
Menurutnya, DPRD memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong budaya gotong royong sebagai bagian dari pembangunan sosial. Infrastruktur boleh dibangun dengan anggaran, tetapi kekompakan masyarakat hanya bisa dibangun dengan kebersamaan.
“Kami di DPRD mendorong agar semangat seperti ini terus hidup. Pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga kesadaran kolektif warga,” tambahnya.
Di sisi lain, H. Bari menyampaikan apresiasi atas kehadiran Dewan Misto dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut, partisipasi langsung anggota DPRD menjadi motivasi tersendiri bagi masyarakat.
“Kalau wakil rakyat mau turun langsung seperti ini, warga tentu merasa diperhatikan,” ungkapnya.
Kerja bakti yang difokuskan pada pembersihan akses jalan menuju makam desa memiliki arti penting bagi masyarakat setempat. Menjelang Ramadhan, tradisi ziarah kubur menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan warga. Kondisi jalan yang bersih dan rapi tentu memberikan kenyamanan tersendiri.
Namun lebih dari itu, kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana fungsi representasi DPRD dijalankan secara nyata. Kehadiran di tengah masyarakat menjadi bentuk pengawasan sosial sekaligus sarana menyerap aspirasi.
Warga yang hadir menyambut baik partisipasi Dewan Misto. Mereka berharap ke depan, komunikasi antara DPRD dan masyarakat dapat terus terjalin secara terbuka dan konsisten, tidak hanya pada momen tertentu.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa legitimasi wakil rakyat tidak hanya dibangun melalui kebijakan, tetapi juga melalui kedekatan dan keterlibatan langsung dalam kehidupan sosial masyarakat.
Menjelang Ramadhan, pesan yang muncul dari Dusun Krajan cukup jelas: DPRD tidak boleh eksklusif. Wakil rakyat harus turun, melihat, mendengar, dan merasakan langsung apa yang terjadi di bawah. Karena pada akhirnya, kebijakan yang baik lahir dari pemahaman yang utuh terhadap realitas di lapangan.
Dengan semangat gotong royong yang ditunjukkan warga dan kehadiran aktif DPRD Dapil 3, diharapkan sinergi antara masyarakat dan legislatif semakin kuat dalam mendorong pembangunan yang lebih partisipatif dan berkelanjutan di Kabupaten Pasuruan.
Bakar
