Pasuruan | SGB-News.id – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, semangat gotong royong kembali terasa kuat di Dusun Krajan, Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Minggu (15/2/2026), tokoh masyarakat setempat, H. Bari, memimpin langsung kegiatan kerja bakti membersihkan pinggir jalan menuju area makam desa bersama warga.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Sejak pagi hari, warga sudah berkumpul membawa peralatan sederhana seperti sabit, cangkul, dan sapu lidi. Rumput liar yang tumbuh di sepanjang jalan makam dipotong, sampah yang berserakan dikumpulkan, dan saluran air yang tersumbat dibersihkan agar tidak menimbulkan genangan saat musim hujan. Jalan yang sebelumnya terlihat semak dan kurang terawat kini tampak lebih rapi dan bersih.
Bagi masyarakat Desa Sumberdawesari, kerja bakti bukan sekadar rutinitas, melainkan tradisi kebersamaan yang terus dijaga. Terlebih menjelang Ramadhan, kebersihan lingkungan menjadi perhatian utama. Jalan menuju makam memiliki nilai penting karena menjadi akses warga untuk berziarah, sebuah tradisi yang umum dilakukan sebelum memasuki bulan puasa.
H. Bari dalam keterangannya kepada SGB-News.id menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah desa atau pihak tertentu.
“Kerja bakti ini adalah salah satu bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan, terutama di bulan suci Ramadhan. Kalau lingkungan bersih, ibadah juga terasa lebih nyaman,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini seharusnya dilakukan secara rutin, tidak hanya menjelang hari besar keagamaan. Menurutnya, kesadaran kolektif warga menjadi kunci utama terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.
“Saya senang bisa melakukan kerja bakti bersama warga. Dengan kebersamaan, pekerjaan berat pun terasa ringan,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bapak Dewan Misto dari Partai Gelora, daerah pemilihan (Dapil) 3. Kehadiran wakil rakyat di tengah-tengah masyarakat ini menjadi perhatian tersendiri. Ia tampak berbaur dengan warga, menyapa satu per satu, serta memberikan dukungan atas inisiatif yang digagas oleh tokoh masyarakat setempat.
Dalam kesempatan itu, Dewan Misto memberikan apresiasi atas semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Dusun Krajan.
“Kerja bakti seperti ini harus terus dilakukan agar lingkungan tetap bersih dan nyaman. Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga,” ungkapnya.
Menurutnya, peran tokoh masyarakat seperti H. Bari sangat penting dalam menggerakkan partisipasi warga. Keteladanan dan kepedulian nyata dinilai lebih efektif dibanding sekadar imbauan. Ia berharap kegiatan positif ini dapat menjadi contoh bagi dusun-dusun lain di wilayah Kecamatan Grati.
Antusiasme warga terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Selain membersihkan lingkungan, kerja bakti juga menjadi ajang mempererat silaturahmi. Di sela-sela kegiatan, warga saling berbincang dan bercanda ringan, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Lingkungan makam yang sebelumnya kurang terawat kini terlihat lebih tertib dan nyaman dilalui. Perubahan itu menjadi bukti bahwa kepedulian bersama mampu memberikan dampak nyata dalam waktu singkat. Tanpa anggaran besar, tanpa seremoni berlebihan, hanya dengan kemauan dan kebersamaan, lingkungan bisa berubah.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan secara berkelanjutan. Ramadhan bukan hanya momentum membersihkan hati dan memperbanyak ibadah, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperbaiki lingkungan sekitar.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Dusun Krajan menjadi gambaran bahwa kekuatan desa terletak pada kebersamaan warganya. Jika tradisi kerja bakti terus dijaga dan dilakukan secara rutin, bukan tidak mungkin Desa Sumberdawesari akan semakin bersih, sehat, dan menjadi contoh bagi wilayah lainnya di Kabupaten Pasuruan.
Menjelang Ramadhan, pesan yang disampaikan melalui kegiatan ini sederhana namun kuat: kebersihan adalah tanggung jawab bersama, dan kebersamaan adalah fondasi utama membangun desa yang berdaya.
Bakar
