PROBOLINGGO | SGB-News.id – Setelah menyapa warga Kecamatan Kedopok pada akhir Januari lalu, kini Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, melanjutkan Safari Salat Jumat melalui program Jumat Barokah di Pondok Pesantren Assulthon, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Jumat (20/2).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kegiatan yang dirangkai dengan Salat Jumat Bersama itu menjadi ruang komunikasi langsung antara kepala daerah dan masyarakat. Di hadapan jemaah, Dokter Aminuddin menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari komitmen membangun komunikasi dua arah hingga level paling bawah.
“Kalau ingin tahu persoalan warga, ya turun langsung. Jangan hanya dengar laporan di meja,” tegasnya.
Ia menyampaikan, program menyapa warga secara rutin di tingkat kelurahan merupakan bagian dari arah kebijakan pemerintah pusat. Presiden RI, Prabowo Subianto, kata dia, menekankan bahwa kemajuan negara harus dimulai dari unit pemerintahan paling dasar.
“Pesan beliau jelas, bangun dari tingkat terbawah, dari kelurahan. Kalau fondasinya kuat, kota dan negara juga akan kuat,” ujar Aminuddin.
Dalam kesempatan tersebut, wali kota juga mengingatkan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Menurutnya, Musrenbang bukan formalitas tahunan, melainkan instrumen strategis untuk memastikan pembangunan 2027 benar-benar menjawab kebutuhan riil warga.
“Sampaikan aspirasinya, apa pun itu. Lewat lurah, lewat camat. Jangan diam. Pembangunan yang baik itu yang sesuai kebutuhan masyarakat, bukan sekadar rencana di atas kertas,” katanya.
Selain isu pembangunan, wali kota turut memaparkan sejumlah program prioritas yang tengah dan akan digulirkan. Di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk perhatian terhadap peningkatan kualitas generasi muda, serta pembentukan Koperasi Merah Putih yang diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi lokal berbasis gotong royong.
Menurutnya, penguatan ekonomi warga tidak bisa hanya mengandalkan bantuan, tetapi harus dibangun melalui sistem yang berkelanjutan. “Kita ingin ekonomi tumbuh dari bawah. UMKM bergerak, koperasi kuat, perputaran uang tetap di Kota Probolinggo,” jelasnya.
Suasana Jumat Barokah berlangsung hangat dan penuh keakraban. Seusai memberikan sambutan, wali kota tampak berbincang langsung dengan sejumlah warga dan tokoh masyarakat. Dialog informal itu menjadi ruang terbuka bagi warga menyampaikan keluhan maupun harapan secara langsung.
Tak hanya fokus pada aspek pembangunan, kegiatan tersebut juga diwarnai aksi sosial. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Probolinggo turut membagikan takjil berupa kurma kepada para jemaah yang hadir. Pembagian takjil menjadi simbol kebersamaan sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Program Safari Salat Jumat yang digagas Pemerintah Kota Probolinggo dinilai efektif mendekatkan pemimpin dengan rakyatnya. Bukan sekadar hadir, tetapi mendengar dan merespons.
Dengan pola komunikasi langsung dan partisipatif, Pemerintah Kota Probolinggo berharap pembangunan ke depan lebih tepat sasaran. Pesannya sederhana: kota ini dibangun bersama, bukan oleh satu orang, melainkan oleh seluruh warganya.
SGB News mencatat, konsistensi turun ke lapangan menjadi indikator penting keseriusan pemimpin daerah. Sebab pada akhirnya, legitimasi publik tidak lahir dari pidato panjang, melainkan dari kehadiran nyata di tengah masyarakat.
Redaksi
