Pasuruan | SGB-News.id – Isu dugaan praktik santet sempat mengguncang ketenangan warga Desa Jati Rejo, Kecamatan Lekok, Minggu (01/03/2026). Tuduhan tersebut mencuat setelah seorang warga berinisial AI mengaku mengalami gangguan kesehatan misterius selama kurang lebih tiga pekan terakhir.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Di hadapan awak media, AI menyampaikan bahwa dirinya merasakan sakit perut hebat, pusing berkepanjangan, hingga kesulitan berdiri. Berbagai upaya pengobatan disebut telah ditempuh, namun belum membuahkan hasil. Pengakuan tersebut dengan cepat menyebar di tengah masyarakat dan memantik keresahan.
Situasi memanas ketika sejumlah warga mendatangi rumah seorang warga berinisial MA yang dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kondisi AI. Ketegangan meningkat lantaran MA awalnya menolak permintaan warga untuk membantu mengobati AI. Dalam tekanan situasi, MA kemudian memberikan air mineral kepada AI.
Tak lama setelah meminumnya, AI mengaku kondisi tubuhnya membaik dan mampu berdiri. Peristiwa tersebut memperkuat keyakinan sebagian warga atas dugaan praktik santet. Namun hingga kini, tidak ada bukti ilmiah maupun dasar hukum yang dapat memverifikasi tuduhan tersebut.
Polisi Cegah Aksi Main Hakim Sendiri
Aparat kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan langkah pengamanan dan mediasi. Kehadiran petugas berhasil meredam emosi warga dan mencegah potensi tindakan main hakim sendiri yang dapat berujung konflik horizontal.
Kepala Desa Jati Rejo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi isu yang belum jelas kebenarannya. Ia menegaskan bahwa tuduhan tanpa dasar dapat berdampak serius, baik secara sosial maupun hukum.
Pihak kepolisian menyatakan akan melakukan pendalaman terhadap informasi yang berkembang. Aparat juga mengingatkan bahwa penyebaran tuduhan tanpa bukti dapat berimplikasi hukum, terutama jika menimbulkan keresahan atau kerugian bagi pihak tertentu.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Jati Rejo terpantau kembali kondusif. Aparat tetap bersiaga guna memastikan stabilitas keamanan terjaga dan mencegah isu serupa berkembang tanpa kendali.
SGB News mencatat, di tengah dinamika sosial masyarakat, kehati-hatian dan rasionalitas menjadi kunci. Konflik kerap lahir bukan semata karena peristiwa, melainkan karena persepsi yang dibiarkan tumbuh tanpa verifikasi. Ketika aparat dan pemerintah desa sigap bertindak, ruang dialog lebih kuat daripada prasangka.
Bakar