Pasuruan | SGB-News.id – Warga Dusun Kampung Baru, Desa Pasinan, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mendatangi rumah seorang warga yang dituding sebagai terduga pelaku santet, Minggu malam (1/3/2026). Massa yang tersulut emosi sempat merusak bagian rumah terduga karena mendesak agar yang bersangkutan mengobati Ansori, warga setempat yang mengalami sakit tidak wajar selama tiga pekan terakhir.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, kronologi bermula dari undangan acara yasinan yang digelar oleh terduga. Ansori tidak hadir karena sedang berduka, iparnya meninggal dunia. Keesokan harinya, terduga menegur Ansori hingga terjadi cekcok. Meski demikian, menurut keluarga, Ansori tidak melakukan perlawanan.
“Ansori tidak hadir acara yasinan karena iparnya meninggal. Keesokan harinya terduga menegur Ansori dan sempat cekcok,” ujar anak korban kepada awak media.
Pada sore hari setelah insiden tersebut, Ansori tiba-tiba mengamuk tanpa sebab yang jelas. Kondisinya kemudian menurun drastis. Ia mengeluh sakit di sekujur tubuh dan tidak bisa bangun dari tempat tidur.
“Tiba-tiba bapak tidak bisa bangun dan sakit semua,” tambah sang anak.
Selama tiga pekan, Ansori telah menjalani pengobatan medis. Namun karena tidak kunjung menunjukkan perbaikan signifikan, keluarga akhirnya membawa Ansori ke rumah orang tuanya di Dusun Batu Putih. Di tengah situasi yang memanas, keluarga mendatangi terduga dan meminta agar membantu mengobati dengan cara mendoakan air mineral untuk diminumkan kepada Ansori.
Menurut keterangan warga, setelah air tersebut diminum, Ansori disebut-sebut langsung dapat berdiri dan berjalan keluar rumah menemui warga yang berkumpul.
Kejadian itu memicu kemarahan warga yang sebelumnya sudah tersulut isu praktik santet. Massa kemudian mendatangi rumah terduga dan melakukan perusakan ringan. Situasi nyaris tak terkendali sebelum aparat kepolisian turun ke lokasi.
Kepala Desa Jatirejo, Ainul Yakin, berada di lokasi saat kejadian berlangsung dan berupaya menenangkan warga. Petugas kepolisian yang datang segera membubarkan massa dan mengamankan terduga guna mencegah amukan susulan.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di Dusun Kampung Baru berangsur kondusif meski sebagian warga masih terlihat berkumpul dan membicarakan peristiwa tersebut. Aparat mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi isu yang belum tentu kebenarannya serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada pihak berwenang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan sosial yang dipicu dugaan praktik mistis berpotensi memicu konflik horizontal jika tidak segera ditangani secara terukur dan berdasarkan hukum.
BK