Kota Probolinggo| SGB-News.id – Kelurahan Jrebeng Lor menjadi lokasi perdana peluncuran Gerakan Sahabat ATS (Sinergi Aksi Holistik Berbasis Area Terpadu) Kota Probolinggo, Maret 2026. Program ini difokuskan pada pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS) sebagai bagian dari target peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kegiatan dibuka oleh Wali Kota Probolinggo, dr. H. AMINUDDIN, Sp.OG., dan dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Dr. Siti Romlah, menegaskan bahwa program ini berbasis data terverifikasi by name by address.
“Saat ini data ATS Kota Probolinggo tercatat sebanyak 1.800 anak. Ini sudah kita identifikasi dan validasi. Tugas kita sekarang memastikan mereka kembali mendapatkan hak pendidikannya,” tegasnya.
Di Kelurahan Jrebeng Lor sendiri terdapat 66 anak ATS, terdiri dari 9 Lulus Tidak Melanjutkan (LTM), 32 Belum Pernah Bersekolah (BPB), dan 15 drop out. Sebagian besar BPB diketahui mengikuti pendidikan diniyah namun belum memiliki ijazah formal.
Siti Romlah menjelaskan, tahapan penanganan meliputi identifikasi, sosialisasi, asesmen, hingga penempatan sesuai usia dan kesiapan anak.
Anak usia hingga 12 tahun akan diarahkan ke SD, usia 15 tahun ke SMP sederajat, dan hingga 18 tahun ke SMA/SMK/MA. Sementara bagi yang melewati usia sekolah formal, disiapkan jalur PKBM melalui Kejar Paket A, B, dan C.
“Tidak semua anak langsung siap kembali ke sekolah. Karena itu kita lakukan asesmen, termasuk melibatkan psikolog dan dukungan kelurahan, RT, serta RW,” jelasnya.
Gerakan Sahabat ATS melibatkan lintas perangkat daerah, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Disperinaker, BPS, camat, lurah, serta relawan pendidikan.
Program ini akan dilanjutkan di empat kelurahan lainnya berdasarkan data ATS terverifikasi.
Pemerintah Kota Probolinggo menargetkan peningkatan IPM hingga minimal angka 80. Dinas Pendidikan memastikan pengentasan 1.800 ATS menjadi prioritas utama dalam mendukung capaian tersebut.
“Kita tidak bicara seremoni. Ini kerja lapangan. Data sudah ada, sasaran sudah jelas. Kita tuntaskan bersama,” pungkas Siti Romlah.
Ferdi