PROBOLINGGO|SGB-NEWS.ID – Kebijakan efisiensi anggaran di Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan,dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Probolinggo disorot publik. Meski telah menetapkan aturan baru bahwa rapat internal hanya disediakan sebotol air putih, namun pagu anggaran makan minum (mamin) sementara tercatat tahun ini dinilai masih fantastis
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Tercatat di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP BPPKD tahun 2026 menunjukkan rencana anggaran sementara mamin Rp 644.405,000,Namun angka ini berpotensi kembali bertambah seiring tingginya kebutuhan kegiatan operasional tiap bidang.
Saat dikonfirmasi, Kepala BPPKAD Kabupaten Probolinggo Kristiana Ruliani berdalih bahwa seluruh anggaran tersebut sudah direncanakan dan tercantum dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP).
“Anggarannya sudah ada di RUP, jadi sudah sesuai Surat Edaran (SE) kami patuhi ,” ujar Kristiana singkat Selasa (3/3/2026)
Lebih lanjut, ia menjelaskan adanya perbedaan perlakuan pada peserta rapat. Aturan hanya air putih berlaku untuk rapat internal ASN. Sementara, jika agenda mengundang pihak luar seperti Wajib Pajak (WP) atau masyarakat umum, snack tetap disediakan.Saat ditanya lebih rinci, kepala BPPKAD mengarahkan untuk konfirmasi ke sekretaris
Pantauan di lapangan, dengan nilai anggaran tersebut, publik menilai masih adanya celah pemborosan, mengingat volume pertemuan internal seringkali lebih dominan dibandingkan pertemuan dengan pihak luar.
Meski anggaran mamin tahun ini turun menjadi Rp800 juta dari sebelumnya Rp 1,1 Milliar publik menyoroti mekanisme pengadaannya. Muncul desakan agar penyedia mamin tahun ini memprioritaskan pemberdayaan UMKM lokal,Hal ini menyusul kekhawatiran adanya praktik monopoli oleh oknum penyedia tertentu yang disinyalir memiliki kedekatan khusus dengan pejabat berwenang.
Publik berharap instansi pemerintahan lebih bijak dalam menyusun anggaran mamin, serta memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan sejalan dengan prinsip efisiensi, bukan sekadar memindahkan pos belanja tanpa mengurangi nilai total secara signifikan.
(TIM)