LUMAJANG|SGB-NEWS.ID – Fenomena naiknya permukaan air di Ranu Pakis dalam beberapa hari terakhir menghebohkan warga sekitar. Air danau terlihat meluap hingga menyerupai kolam renang besar, sehingga menarik perhatian masyarakat untuk datang melihat langsung kondisi tersebut.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Sejumlah warga bahkan mengabadikan momen itu melalui foto dan video yang kemudian beredar luas di media sosial. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, namun di balik itu muncul kekhawatiran serius dari warga sekitar.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan kenaikan air terjadi secara perlahan sejak sekitar empat hari terakhir.
“Airnya sudah meluap sejak sekitar empat hari lalu. Awalnya saya tidak begitu merasa, tapi sekarang terlihat semakin tinggi. Naiknya sedikit demi sedikit sampai seperti kolam,” ujarnya,Kamis (5/2/2026).
Kondisi tersebut membuat masyarakat sekitar sangat antusias. Banyak warga datang ke area sekitar ranu untuk menyaksikan langsung fenomena tersebut. Sebagian bahkan mengabadikan momen itu melalui foto dan video.
Sayangnya, di tengah ramainya masyarakat yang datang, termasuk anak-anak, belum terlihat adanya pengawasan atau pemantauan dari pihak terkait. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena lokasi tersebut berpotensi membahayakan apabila tidak diawasi dengan baik.
Tidak sedikit anak-anak yang terlihat bermain di sekitar tepian air. Warga khawatir jika situasi ini dibiarkan tanpa pengawasan, bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti anak-anak yang nekat mandi atau bermain terlalu dekat dengan air yang sedang meluap.
Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, pihak DPU Perairan Jawa Timur belum memberikan penjelasan resmi maupun imbauan kepada masyarakat. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, pihak terkait hanya menjawab singkat tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.
Sikap tersebut tentu memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Di saat fenomena alam seperti ini ramai menjadi perhatian publik, justru kehadiran pemerintah di lapangan tidak terlihat. Padahal, minimal diperlukan langkah sederhana seperti memasang peringatan, memberikan imbauan kepada warga, atau melakukan pemantauan langsung di lokasi.
Hal ini penting untuk mencegah potensi risiko, terlebih jika anak-anak mulai menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat bermain atau mandi.
Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya hadir ketika terjadi masalah, tetapi juga sigap melakukan langkah pencegahan sebelum sesuatu yang tidak diinginkan benar-benar terjadi. Fenomena alam memang bisa menjadi tontonan menarik, namun keselamatan masyarakat seharusnya tetap menjadi prioritas utama.