Banyuwangi, Jawa Timur – Sgb-news.id,-Sebanyak 410 personel gabungan dari berbagai unsur dikerahkan untuk memastikan keamanan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026 di wilayah Banyuwangi.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Personel tersebut berasal dari Polresta Banyuwangi, Kodim 0825 Banyuwangi, Pangkalan TNI AL Banyuwangi, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan instansi terkait lainnya.
Ratusan personel tersebut disiagakan di 10 pos pengamanan strategis yang tersebar di berbagai titik vital, mulai dari masjid, pusat perbelanjaan, tempat wisata, terminal, bandara, stasiun kereta api hingga kawasan pelabuhan.
Langkah ini dilakukan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun merayakan Idul Fitri di daerah tersebut.
Kapolresta Banyuwangi, Rofiq Ripto Himawan, menegaskan bahwa pengamanan ini tidak hanya difokuskan pada arus mudik, tetapi juga seluruh aktivitas masyarakat yang berkaitan dengan perayaan Lebaran.
“Operasi ini tidak hanya fokus pada arus mudik, tetapi juga seluruh aktivitas masyarakat yang berkaitan dengan perayaan Idul Fitri. Kami ingin memastikan semuanya berjalan aman dan lancar,” ujar Rofiq saat memberikan keterangan pada Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, pengamanan akan difokuskan pada sejumlah titik yang berpotensi mengalami lonjakan aktivitas masyarakat, seperti pusat perbelanjaan, kawasan wisata, serta jalur-jalur utama yang menjadi lintasan para pemudik menuju Banyuwangi maupun daerah sekitarnya.
Selain menempatkan personel di pos-pos pengamanan, Kapolresta juga menginstruksikan seluruh jajarannya untuk meningkatkan patroli rutin, khususnya pada waktu dan lokasi yang dinilai rawan terhadap tindak kriminalitas.
Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian juga melakukan langkah antisipatif dengan mendata rumah-rumah warga yang ditinggal mudik guna mencegah terjadinya aksi pencurian atau kejahatan lainnya.
“Selain patroli, kami juga meminta personel untuk melakukan pendataan rumah-rumah kosong yang ditinggal pemiliknya mudik.
Kami juga membuka layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian bagi masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.
Langkah tersebut, kata Rofiq, merupakan bagian dari instruksi langsung dari Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri agar seluruh jajaran kepolisian di daerah memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat selama periode mudik Lebaran.
“Sesuai instruksi Bapak Kapolri, kami wajib memastikan masyarakat yang bepergian saat Lebaran merasa aman dan nyaman, baik selama perjalanan maupun saat meninggalkan rumah,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, yang turut hadir dalam kegiatan apel pengamanan tersebut menyampaikan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap upaya pengamanan yang dilakukan aparat gabungan.
Menurut Mujiono, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga telah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, termasuk pos pelayanan kesehatan serta pos pengamanan di beberapa titik strategis, terutama di jalur yang dipadati pemudik.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian khusus adalah kawasan Pelabuhan Ketapang yang merupakan pintu utama penyeberangan menuju Pulau Bali dan menjadi salah satu jalur tersibuk selama musim mudik Lebaran.
“Kami menyiagakan layanan kesehatan di jalur utama, pusat keramaian, serta kawasan wisata. Ribuan tenaga kesehatan juga telah disiapkan untuk memberikan pelayanan medis kepada para pemudik yang membutuhkan,” ujar Mujiono.
Ia berharap dengan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta instansi terkait lainnya, masyarakat dapat menjalankan perjalanan mudik maupun aktivitas libur Lebaran dengan aman, nyaman, dan lancar.
Usai pelaksanaan apel pengamanan, kegiatan dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti hasil operasi cipta kondisi yang dilakukan aparat keamanan menjelang Lebaran.
Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari berbagai kasus pelanggaran hukum yang berhasil diungkap dalam beberapa waktu terakhir.
Barang bukti tersebut antara lain berasal dari kasus perjudian, narkotika, minuman keras ilegal, aksi premanisme hingga praktik prostitusi yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri.
Langkah pemusnahan tersebut menjadi simbol komitmen aparat dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, sehingga perayaan Lebaran 2026 di Banyuwangi dapat berlangsung dengan aman dan penuh khidmat ( Yasir)