Tuban, Jawa Timur – Sgb-news.id,-Polres Tuban berhasil mengungkap puluhan kasus penyakit masyarakat (pekat) selama pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2026 di wilayah hukumnya. Dalam operasi yang digelar selama 12 hari tersebut, aparat kepolisian berhasil mengungkap 55 kasus menonjol dan mengamankan 58 tersangka.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kapolres Tuban Alaiddin di Tuban, Kamis, menjelaskan bahwa Operasi Pekat Semeru 2026 dilaksanakan mulai 25 Februari hingga 8 Maret 2026 dengan melibatkan jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Tuban.
“Polres Tuban bersama Polsek jajaran telah mengungkap 55 kasus menonjol dengan 58 orang tersangka selama Operasi Pekat Semeru 2026,” ujar AKBP Alaiddin.
Menurutnya, dalam operasi tersebut pihak kepolisian sebenarnya hanya menargetkan pengungkapan tujuh kasus. Namun, hasil yang dicapai jauh melampaui target dengan total 55 kasus yang berhasil diungkap atau meningkat hingga sekitar 350 persen dari target yang telah ditetapkan.
Puluhan kasus yang berhasil diungkap tersebut terdiri dari lima kasus prostitusi, lima kasus perjudian konvensional, tiga kasus perjudian online, dua kasus narkoba, serta 40 kasus peredaran minuman keras (miras).
Kapolres Tuban menjelaskan, banyaknya kasus yang berhasil diungkap karena selama operasi berlangsung petugas menemukan berbagai pelanggaran hukum yang terjadi di tengah masyarakat.
“Kasus yang diungkap melebihi dari target karena banyak kejadian yang terungkap saat operasi Pekat tersebut berlangsung,” jelasnya.
Dari total 55 kasus tersebut, polisi mengamankan 58 tersangka yang terdiri dari 46 laki-laki dan 12 perempuan. Para tersangka tersebut masing-masing berasal dari lima tersangka kasus prostitusi, delapan tersangka perjudian konvensional, tiga tersangka perjudian online, dua tersangka kasus narkoba, serta 40 tersangka kasus peredaran minuman keras.
Kapolres juga mengimbau masyarakat di wilayah Kabupaten Tuban untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ia mengingatkan bahwa potensi tindak kriminalitas dapat meningkat saat musim mudik Lebaran, sehingga masyarakat diharapkan lebih berhati-hati serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Masyarakat harus tetap waspada terhadap segala ancaman kejahatan karena banyak masyarakat yang melakukan mudik Lebaran dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya,” pungkasnya.
(Yasir)