SURABAYA | Sgb-News.id – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali terasa kuat di Kota Pahlawan. Lembaga Pertabiban PW Pagar Nusa Jawa Timur bersama jajaran pengurus PSNU Pagar Nusa Jawa Timur menggelar aksi sosial dengan membagikan ribuan paket takjil kepada masyarakat, Selasa (17/3/2026).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kegiatan dipusatkan di kawasan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, tepatnya di depan kantor PWNU Jawa Timur. Sekitar 3.000 paket takjil dibagikan kepada pengguna jalan dan warga sekitar menjelang waktu berbuka puasa.
Ketua Lembaga Pertabiban PW Pagar Nusa Jawa Timur, Ki Ageng Purwo, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia hadir bersama Wakil Ketua Gus Nardi dari Pasuruan dan Sekretaris Ustadz Darsono dari Bojonegoro. Sejumlah tokoh lain turut hadir, di antaranya Ki Brojo Geni, Ustadz Syahrul, Haji Naton, serta anggota dari berbagai daerah seperti Jember dan Surabaya.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan sukses. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun di bulan Ramadan,” ujar Ki Ageng Purwo.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Dalam waktu singkat, ribuan paket takjil habis dibagikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kegiatan sederhana namun tepat sasaran seperti ini masih sangat dibutuhkan, terutama bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan saat waktu berbuka tiba.
Tidak berhenti pada pembagian takjil, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama di aula kantor PWNU Jawa Timur. Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak jelas, memperlihatkan soliditas antaranggota Pagar Nusa dari berbagai daerah.
Ki Ageng Purwo menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi momentum mempererat ukhuwah islamiyah serta memperkuat sinergi internal organisasi.
“Aksi ini bukan hanya berbagi makanan, tapi juga mempererat hubungan antar anggota dan pengurus, termasuk dari luar daerah. Ini bagian dari menjaga kekompakan dan silaturahmi,” tegasnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh anggota untuk terus mengembangkan ilmu dan menjaga nilai kemanusiaan dalam setiap tindakan.
“Kalau kekompakan terjaga, insyaallah lembaga ini semakin maju. Gunakan ilmu untuk menolong sesama tanpa melihat perbedaan suku, agama, dan ras,” pungkasnya.
Aksi sosial ini menjadi bukti bahwa Ramadan bukan hanya soal ibadah personal, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial. Di tengah dinamika kehidupan perkotaan, langkah nyata seperti ini menjadi pengingat bahwa solidaritas masih hidup dan terus bergerak.
Tim-Redaksi