PONOROGO | SGB-News.id – Bursa calon Wakil Bupati Ponorogo kian menghangat. Sejumlah nama mulai bermunculan untuk mengisi posisi yang akan ditinggalkan Lisdyarita, yang diproyeksikan bergeser menjadi Bupati Ponorogo.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Salah satu nama yang mencuat adalah Teguh Wiyono, SE, SH, S.Pd, MM. Pengusaha pabrik rokok sekaligus CEO sejumlah lembaga pendidikan ternama di wilayah Karesidenan Madiun ini menyatakan kesiapannya apabila masyarakat Ponorogo menghendaki dirinya maju sebagai Wakil Bupati.
Ia mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Hj. Lisdyarita telah beberapa kali terjalin. Selain itu, ia juga aktif menjalin komunikasi dengan sejumlah partai politik.
“Sudah beberapa kali bertemu Bunda Lisdyarita dan berjuang bersama untuk kemakmuran Ponorogo. Visi dan misi adalah bagian penting dalam demokrasi, menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenal calon pemimpinnya, memahami gagasan, rencana, serta komitmen yang diusung demi kemajuan daerah,” ujarnya.
Menurut Teguh, penyampaian visi dan misi harus dilakukan secara jujur, transparan, serta mencerminkan integritas dan komitmen yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Dengan begitu, masyarakat dapat memahami secara jelas arah pembangunan untuk kemajuan Kabupaten Ponorogo,” tambahnya.
Terkait komunikasi politik, Teguh mengaku telah menjalin hubungan intens dengan Partai Golkar.
“Kalau partai, saya lewat Golkar,” tegasnya.
Saat disinggung mengenai kesiapan menghadapi kompetisi perebutan kursi Wakil Bupati, termasuk kebutuhan dukungan 36 kursi partai, Teguh menegaskan dirinya siap.
“Amunisi kita siap, karena ini soal pengabdian, bukan untuk mencari keuntungan. Ini tentang melanjutkan pembangunan Kabupaten Ponorogo dengan sasaran peningkatan kemandirian daerah guna mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan,” tuturnya.
Nama Teguh Wiyono sebelumnya juga telah muncul dalam bursa Pilkada Ponorogo 2024–2029 dengan slogan “Noto Kuto Mbangun Deso.” Ia bahkan sempat mengikuti fit and proper test di PKB sebagai calon Bupati Ponorogo. Meski pada akhirnya rekomendasi PKB diberikan kepada pasangan Sugiri Lisdyarita, semangatnya untuk mengabdi di Ponorogo tetap tidak surut.
Hardon