SGB-PROBOLINGGO — Satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo menjadi momentum evaluasi sekaligus pembuktian kinerja di berbagai sektor, termasuk transportasi. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo mencatat sejumlah langkah konkret dalam menata sistem mobilitas yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Perhubungan, Pudi Adji Tjahjo Wahono, upaya pembenahan transportasi tidak lagi sekadar slogan. Dishub mulai memperkuat pengawasan lalu lintas, penataan titik-titik rawan kemacetan, hingga optimalisasi sarana prasarana pendukung keselamatan jalan.
Program penataan ini terlihat dari peningkatan pengawasan di sejumlah ruas jalan strategis, pemasangan rambu-rambu lalu lintas, hingga pengembangan sistem pengendalian berbasis teknologi. Tidak hanya itu, edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan untuk membangun kesadaran berlalu lintas yang lebih disiplin.
“Transportasi bukan hanya soal kelancaran, tapi juga soal keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Ini yang terus kami dorong,” ujar salah satu petugas di lapangan.
Selain penguatan regulasi dan pengawasan, Dishub juga mulai mengarah pada konsep transportasi berkelanjutan. Hal ini ditandai dengan dorongan penggunaan moda transportasi yang lebih efisien serta pengelolaan lalu lintas yang ramah lingkungan.
Langkah ini sejalan dengan visi besar pemerintah kota dalam menciptakan sistem transportasi yang tidak hanya tertib, tetapi juga berorientasi jangka panjang.
Namun demikian, tantangan masih membayangi. Kepadatan kendaraan, minimnya kesadaran pengguna jalan, serta keterbatasan infrastruktur menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat agar perubahan yang diharapkan tidak hanya bersifat sementara.
Satu tahun mungkin belum cukup untuk menyelesaikan seluruh persoalan, tetapi arah kebijakan yang mulai terlihat menjadi sinyal bahwa pembenahan sedang berjalan.
Dengan semangat “Kerja Nyata, Menata Kota”, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dishub mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menciptakan lalu lintas yang berkeselamatan.
Karena pada akhirnya, wajah sebuah kota bukan hanya dilihat dari pembangunannya, tetapi juga dari bagaimana warganya bergerak—tertib di jalan, sadar aturan, dan saling menjaga keselamatan.
Ferdi