SGB°PROBOLINGGO – Momentum satu tahun kepemimpinan Wali Kota Probolinggo dimanfaatkan sebagai titik evaluasi lintas sektor, termasuk oleh Plt. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo, Pudi Adji Tjahjo Wahono, S.Sos., M.Si., yang turut hadir dalam peluncuran city branding “Probolinggo Kota Bersolek”, Selasa malam (31/3/2026).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Bagi Pudi Adji, satu tahun kepemimpinan ini bukan sekadar perayaan, tetapi fase penting untuk memastikan bahwa sektor transportasi benar-benar berjalan searah dengan visi pembangunan kota.
“Setahun ini adalah fondasi. Transportasi tidak boleh berjalan sendiri, harus inline dengan arah kebijakan wali kota,” tegasnya.
Setahun: Dari Pembenahan ke Penyesuaian Sistem
Ia mengungkapkan, selama satu tahun terakhir, Dishub fokus pada pembenahan dasar, terutama di titik-titik rawan kemacetan, penataan parkir, serta peningkatan disiplin lalu lintas.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan kota yang semakin dinamis, sekaligus mendukung indikator “Bersolek” seperti elok, ramah, dan tertib.
“Kalau satu tahun ini kita tidak benahi, ke depan akan makin sulit. Jadi ini fase penyesuaian sistem,” ujarnya.
Transportasi Jadi Indikator Nyata, Bukan Sekadar Konsep
Menurutnya, keberhasilan satu tahun kepemimpinan tidak cukup diukur dari penghargaan atau program di atas kertas, tetapi harus terlihat langsung di lapangan—terutama pada sektor transportasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Yang dirasakan masyarakat itu bukan branding, tapi kondisi jalan. Apakah lancar atau macet, tertib atau semrawut,” tegasnya lugas.
Siap Kawal Tahun Berikutnya
Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Dishub memastikan akan memperkuat integrasi sistem transportasi, termasuk pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengawasan dan pelayanan.
Selain itu, pihaknya juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas OPD agar program “Bersolek” tidak berjalan parsial.
“Kami di Dishub siap mengawal. Tapi kuncinya konsistensi. Satu tahun ini baru awal, pembuktian sebenarnya ada di tahun berikutnya,” jelasnya.
Momentum satu tahun kepemimpinan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak berhenti pada peluncuran program. Di sektor transportasi, hasilnya sederhana tapi krusial: kalau jalan masih semrawut, berarti kerja belum beres.
Ferdi