SGB°PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) kembali menggelar Seleksi Pemuda Pelopor Tahun 2026. Program ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi. 01/04.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kegiatan ini tidak sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang apresiasi bagi pemuda yang telah menunjukkan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Baik melalui karya, gagasan, maupun aksi sosial, para peserta diharapkan mampu menjadi representasi pemuda yang aktif membangun daerah.
Dalam pelaksanaannya, seleksi ini mencakup lima bidang kepeloporan, yakni pendidikan, agama sosial dan budaya, pengelolaan sumber daya alam lingkungan dan pariwisata, pangan, serta inovasi dan teknologi. Lima sektor ini dipilih karena dinilai menjadi fondasi penting dalam pembangunan berkelanjutan di Kota Probolinggo.
Dispopar menegaskan bahwa ajang ini juga menjadi wadah pembinaan, bukan sekadar penilaian. Artinya, peserta yang terlibat tidak hanya bersaing, tetapi juga mendapatkan ruang pengembangan kapasitas diri. Ini penting, karena pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda.
“Pemuda Pelopor bukan hanya soal prestasi, tapi tentang dampak nyata di masyarakat. Ini yang ingin kita dorong,” demikian pesan yang tersirat dari penyelenggaraan program tersebut.
Pemkot Probolinggo menaruh harapan besar agar para pemuda yang terpilih nantinya mampu menjadi role model di lingkungannya. Tidak hanya berhenti di level kota, para pemenang juga diharapkan mampu bersaing hingga tingkat provinsi bahkan nasional, membawa nama baik Kota Probolinggo di kancah yang lebih luas.
Seleksi ini juga dirancang dengan prinsip objektif, transparan, dan kompetitif. Hal ini menjadi penting untuk memastikan bahwa peserta yang terpilih benar-benar memiliki kualitas, integritas, serta kontribusi yang terukur.
Dengan dibukanya kembali program ini, Pemkot Probolinggo seolah mengirim pesan tegas: pembangunan kota bukan hanya urusan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif pemuda. Tanpa itu, visi kemajuan hanya akan jadi slogan.
Pendaftaran Pemuda Pelopor 2026 sendiri telah dibuka sejak 1 Maret dan akan berlangsung hingga 30 April 2026. Pemuda berusia 16 hingga 30 tahun yang memiliki KTP Kota Probolinggo serta karya atau aksi nyata yang berdampak positif bagi masyarakat, didorong untuk ikut ambil bagian.
Ajang ini bukan sekadar mencari yang terbaik, tapi mencari yang benar-benar bekerja. Karena pada akhirnya, kota tidak butuh pemuda yang hanya pandai bicara yang dibutuhkan adalah mereka yang bergerak dan memberi dampak nyata.
Redaksi