SGB°PROBOLINGGO – Upaya menghidupkan kawasan GOR Ahmad Yani mulai menunjukkan hasil. Setelah sebelumnya terkesan sepi, kini kawasan tersebut perlahan berubah menjadi titik keramaian baru, terutama sejak relokasi aktivitas dari Alun-alun Kota Probolinggo.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo, Muhamad Abas, menegaskan bahwa kebangkitan GOR Yani bukan terjadi secara kebetulan. Ada desain yang sengaja disiapkan untuk menghidupkan kawasan tersebut.
“Ini adalah salah satu upaya kami untuk menghidupkan kembali GOR Yani, tidak hanya sebagai pusat olahraga, tetapi juga sebagai pusat wisata kuliner dan ruang ekspresi bagi masyarakat,” ujarnya.
Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah menghadirkan Panggung Ekspresi dan Kreasi. Panggung ini menjadi ruang terbuka bagi para pelaku seni di Kota Probolinggo untuk tampil secara bergiliran setiap malam.
Mulai dari musik dangdut, band, hingga penampilan pelajar dan keroncong, seluruhnya dikemas dalam jadwal rutin. Pola ini terbukti efektif menarik berbagai komunitas, dari pecinta musik hingga keluarga yang ingin menikmati suasana malam sambil berburu kuliner.
“Dengan adanya musik ini, masyarakat datang bukan hanya untuk hiburan, tapi juga menikmati kuliner yang tersedia di kawasan GOR Yani,” tambahnya.
Dampak yang paling terasa bukan sekadar keramaian, tetapi mulai bergeraknya roda ekonomi. Kehadiran pengunjung yang konsisten membuka peluang bagi pelaku UMKM dan pedagang kaki lima (PKL) untuk meningkatkan pendapatan.
Meski demikian, terkait jumlah pasti PKL yang telah menempati kawasan tersebut, pihak Dispopar menyebut data tersebut berada di bawah kewenangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUP).
“Kami memang tidak memegang data jumlah PKL, karena itu diampu DKUP. Tapi tanggung jawab kami adalah memastikan kawasan ini hidup, ramai, dan punya daya tarik,” jelas Abas.
Ke depan, Dispopar berharap konsep yang sudah berjalan ini bisa terus diperkuat. Bukan hanya menjaga konsistensi keramaian, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih stabil.
“Harapan kami, dengan kegiatan ini GOR Yani semakin ramai, dan UMKM di sini benar-benar merasakan dampaknya,” tegasnya.
Dengan formula sederhana hiburan, ruang publik, dan kuliner GOR Yani kini sedang diuji sebagai wajah baru ekonomi kerakyatan di Kota Probolinggo. Jika konsisten, tempat ini bukan sekadar ramai sesaat, tapi bisa jadi pusat denyut ekonomi malam yang berkelanjutan.
Diki