SGB°PROBOLINGGO, 02 April 2026 — Dugaan keterlibatan politisi PDIP Kabupaten Probolinggo, Dedy Purnomo (Dapil 6), dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menemukan titik terang. Hal ini setelah yang bersangkutan memberikan klarifikasi langsung kepada SGB-NEWS terkait video yang beredar di media sosial.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Video yang diunggah melalui akun TikTok “Purnomo Fraksi PDI Perjuangan” tersebut memperlihatkan aktivitas yang diduga berkaitan dengan dapur MBG. Publik pun mempertanyakan sejauh mana keterlibatan Dedy dalam program tersebut.
Saat dikonfirmasi pada bulan puasa sekitar pukul 19:30, terekam Dedy tidak menampik adanya rencana awal.
“Dulu memang ada rencana untuk mengelola dapur MBG. Tapi karena ada instruksi dari pusat, akhirnya tidak dilanjutkan. Saya hanya menyuplai barang saja, seperti buah dan sayur,” jelasnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa sempat ada rencana keterlibatan langsung dalam pengelolaan dapur MBG, sebelum akhirnya diarahkan untuk tidak dilanjutkan.
Namun demikian, klaim keterlibatan sebagai penyuplai juga menjadi perhatian. Sebab, dalam ketentuan internal partai, kader dilarang terlibat dalam rantai bisnis MBG, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Menanggapi hal tersebut, Dierel, anggota Aliansi Madura Indonesia, menilai persoalan ini perlu ditindaklanjuti secara serius.
“Kalau hanya berhenti di rencana, mungkin masih bisa dipahami. Tapi kalau sudah masuk suplai, itu tetap bagian dari rantai. Ini perlu diperjelas,” ujarnya.
Menurutnya, publik berhak mendapatkan kejelasan utuh, terlebih program MBG merupakan bagian dari kebijakan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Jangan sampai ada kesan program ini dimanfaatkan. Harus transparan,” tambahnya.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari struktur partai PDIP terkait klarifikasi tersebut. Namun, isu ini terus menjadi perhatian publik, terutama menyangkut potensi konflik kepentingan dalam pelaksanaan program.
Dengan adanya pengakuan rencana awal dan keterlibatan sebagai penyuplai, kasus ini kini tidak lagi sekadar dugaan, melainkan membutuhkan penjelasan menyeluruh agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.
Ferdi