SGB°PROBOLINGGO — Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) ditegaskan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wadah strategis untuk menampung dan menerjemahkan aspirasi masyarakat menjadi kebijakan nyata.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Hal tersebut disampaikan dalam pelaksanaan Musrenbang Kabupaten Probolinggo, yang menempatkan suara masyarakat sebagai fondasi utama arah pembangunan daerah. Aspirasi yang dihimpun disebut berasal dari berbagai lapisan, mulai dari desa, wilayah pelosok, hingga kelompok masyarakat yang selama ini berharap adanya perubahan konkret.
Dalam forum tersebut, disampaikan bahwa kondisi Kabupaten Probolinggo sebelum kepemimpinan saat ini berada dalam situasi yang tidak ideal, bahkan disebut telah berada di “titik merah”. Namun, di bawah kepemimpinan Bupati Probolinggo, upaya pembenahan kini tengah dilakukan secara bertahap.
“Perbaikan tidak bisa instan. Semua butuh proses dan keterlibatan semua pihak,” menjadi penekanan dalam forum tersebut.
Pemerintah daerah juga menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa dibebankan hanya kepada kepala daerah atau jajaran pemerintah semata. Kolaborasi lintas sektor, termasuk partisipasi aktif masyarakat, menjadi kunci dalam mendorong percepatan perubahan.
Musrenbang pun diposisikan sebagai ruang bersama untuk menyatukan visi, menyelaraskan program, dan memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kebutuhan riil masyarakat.
Dengan pendekatan partisipatif ini, diharapkan pembangunan Kabupaten Probolinggo tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memiliki dampak langsung yang dirasakan masyarakat luas.
Ferdi