SGB°Probolinggo – Keluhan warga terdampak banjir di wilayah RT 03 RW 04 Desa Patokan, Kecamatan Kraksaan, kembali mencuat dalam pertemuan yang digelar pada Minggu, 12 April 2026, di rumah Ketua RT setempat. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum organisasi LIBAS88NUSANTARA, perangkat RW, serta sejumlah sesepuh organisasi.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Dalam forum itu, warga secara terbuka menyampaikan keresahan mereka atas dampak banjir yang terus berulang tanpa penanganan konkret dari pemerintah. Selain merusak permukiman, banjir juga berdampak serius pada sektor pertanian. Tercatat, sekitar 40 hektare lahan sawah mengalami gagal panen akibat genangan air yang tidak kunjung teratasi.
Ketua Umum LIBAS88NUSANTARA dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa lagi dianggap sepele. Ia menyebut, hingga saat ini belum ada langkah nyata dari pihak terkait untuk mengatasi sumber permasalahan, khususnya kondisi sungai provinsi yang dinilai perlu segera dilakukan plengsengan guna mencegah luapan air.
“Ini menyangkut keselamatan warga dan keberlangsungan ekonomi masyarakat. Kalau terus dibiarkan, dampaknya akan semakin luas,” tegasnya di hadapan peserta pertemuan.
Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan konkret, terutama dalam penanganan infrastruktur sungai yang menjadi faktor utama penyebab banjir. Mereka menilai, tanpa adanya perbaikan dan penguatan tebing sungai, potensi banjir akan terus mengancam setiap musim hujan.
Sebagai bentuk keseriusan, LIBAS88NUSANTARA menyatakan siap mengambil langkah lebih lanjut apabila aspirasi warga tidak mendapat respons. Organisasi tersebut bahkan membuka kemungkinan akan menggelar aksi besar-besaran sebagai bentuk tekanan kepada pihak berwenang.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa kesabaran warga mulai menipis. Mereka menuntut solusi nyata, bukan sekadar janji, demi melindungi lingkungan tempat tinggal serta keberlangsungan mata pencaharian mereka.
Ferdi