PROBOLINGGO, SGB-News.id– Prestasi gemilang atlet wushu asal Kota Probolinggo, Mahadi Zulkarnain, yang sukses meraih juara 1 pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Wushu Jawa Timur 2024, memunculkan harapan baru sekaligus kritik keras terhadap kinerja KONI Kota Probolinggo.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Ketua LSM PASKAL, Sulaiman, menegaskan bahwa kemenangan Mahadi di kelas Boy’s Sanda 52 kg Pra Junior tidak boleh hanya dipandang sebagai keberhasilan individu semata, melainkan harus menjadi momentum bagi KONI untuk lebih serius dalam membina dan mengakui potensi para atlet muda daerah.
“Ini bukti nyata bahwa anak-anak muda Kota Probolinggo punya kemampuan luar biasa. Tapi sayangnya, selama ini banyak atlet berprestasi tidak mendapatkan pengakuan dan pembinaan berkelanjutan. KONI seharusnya hadir untuk memastikan prestasi ini tidak berhenti di satu event saja,” tegas Sulaiman, Senin (23/9/2025).
Menurutnya, keberhasilan seorang atlet tidak lahir secara instan. Dibutuhkan dukungan, perhatian, serta sistem pembinaan yang jelas dari lembaga olahraga daerah. Tanpa itu, prestasi yang sudah diraih rawan terhenti di tengah jalan.
“Mahadi bisa juara, tapi bagaimana dengan pembinaan selanjutnya? Jangan sampai setelah euforia kemenangan, atlet kita dibiarkan berjalan sendiri. KONI harus lebih jeli, bukan sekadar hadir saat seremonial, tapi turun langsung membimbing,” imbuhnya.
Sulaiman juga menyoroti pentingnya peran KONI dalam mengangkat martabat olahraga Kota Probolinggo. Jika dikelola dengan baik, prestasi atlet dapat menjadi kebanggaan daerah sekaligus inspirasi bagi generasi muda lainnya.
“Setiap atlet yang berprestasi wajib diakui, difasilitasi, dan didampingi secara berkelanjutan. Karena dari merekalah lahir kebanggaan dan nama besar daerah. Jangan sampai talenta seperti Mahadi luput dari perhatian,” pungkasnya.
Pitric Ferdianto
