Pasuruan – SGB News
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Kedawung–Banyubiru, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, kembali menuai sorotan. Pekerjaan bernilai Rp2.247.217.000 yang bersumber dari anggaran pemerintah daerah itu diduga kuat dikerjakan tanpa mengindahkan mutu dan spesifikasi teknis.
Dari hasil pantauan langsung di lapangan, awak media menemukan indikasi serius penggunaan besi tulangan berkarat dan diduga besi bekas. Ironisnya, besi-besi tersebut terlihat pendek-pendek dan tetap dipaksakan terpasang pada struktur beton. Praktik semacam ini menimbulkan pertanyaan besar soal kualitas dan daya tahan konstruksi jalan yang dibiayai uang publik.
Tak hanya soal tulangan, kualitas beton juga patut dipertanyakan. Secara kasat mata, kepadatan beton terlihat tidak maksimal. Finishing terkesan kasar, struktur tidak rapi, dan kuat dugaan pengerjaan dilakukan asal jadi, jauh dari standar pekerjaan infrastruktur yang semestinya menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Lebih memprihatinkan, saat tim media berada di lokasi proyek, tidak satu pun pihak pelaksana dapat ditemui untuk dimintai keterangan. Mandor nihil, pelaksana lapangan tak tampak, sementara papan proyek berdiri rapi seolah hanya formalitas administratif.
Upaya konfirmasi telah dilakukan secara profesional. Awak media memperoleh nomor WhatsApp pelaksana lapangan dan pihak CV pelaksana, yakni CV Arkha Putra Perkasa. Pesan konfirmasi disampaikan secara terbuka, lengkap dengan dokumentasi temuan di lapangan. Namun hingga dua hari berlalu, tidak ada satu pun jawaban. Bungkam total.
Sikap diam ini justru memperkuat dugaan publik bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam pelaksanaan proyek tersebut. Dalam proyek yang dibiayai APBD, pengawasan melekat semestinya dijalankan secara ketat, termasuk oleh konsultan pengawas yang tercantum, bukan sekadar nama di papan proyek.
Proyek publik bukan ladang eksperimen, apalagi tempat “menghabiskan” material sisa. Jalan ini akan dilalui masyarakat setiap hari. Jika mutu diabaikan, yang dipertaruhkan bukan hanya anggaran, tetapi keselamatan warga.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak pelaksana, konsultan pengawas, maupun instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi. SGB News akan terus membuka ruang hak jawab dan memantau perkembangan proyek ini. Publik berhak tahu: uang miliaran rupiah itu benar-benar dibangun, atau sekadar dihabiskan.
Tim-Redaksi