SGB-news°LUMAJANG – Kabupaten Lumajang tengah bersolek. Memasuki peringatan Hari Jadi ke-770, Pemerintah Kabupaten Lumajang menyiapkan rangkaian agenda spektakuler yang berlangsung hampir sepanjang Desember. Mulai dari kegiatan budaya, hiburan rakyat, keagamaan, olahraga, hingga edukasi publik, semuanya dikemas untuk satu tujuan: merayakan Lumajang yang terus tumbuh dan makin tangguh.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Mengusung semangat kebersamaan, wajah kepemimpinan daerah juga ditampilkan sebagai simbol pengayom masyarakat. Perayaan ini tidak sekadar seremonial, tetapi dirancang sebagai ruang interaksi langsung antara pemerintah dan warga.
Rangkaian acara dibuka dengan Diskon 20 persen Wisata Asik di Water Park dan Selokambang yang berlangsung sejak 1 hingga 31 Desember. Program ini menjadi magnet bagi masyarakat sekaligus upaya mendorong sektor pariwisata lokal tetap bergairah di akhir tahun.
Pada 12 Desember, Lumajang diwarnai berbagai agenda menarik, mulai dari Gebyar Apresiasi Patuh Pajak di Alka Cafe, kegiatan sosial Clean Grave Jogoyudan, hingga ajang olahraga Perbasi Harjalu Cup yang berlangsung hingga 18 Desember di GOR Wira Bhakti. Perpaduan hiburan, kepedulian, dan sportivitas terasa kental di hari tersebut.
Nuansa religius turut menguat pada 14 Desember melalui Khotmil Qur’an dan Istighotsah Akbar di Pendopo Arya Wiraraja, dilanjutkan Doa Bersama di Situs Biting pada malam harinya. Momen ini menjadi refleksi spiritual, mengingatkan bahwa perjalanan panjang Lumajang dibangun dengan doa dan nilai kebersamaan.
Puncak seremoni kenegaraan digelar pada 15 Desember melalui Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Lumajang, disusul Parade Musik Etnik di kawasan Stadion Semeru. Tradisi lokal dan modernitas bertemu di panggung yang sama, menghadirkan hiburan sekaligus kebanggaan daerah.
Agenda lain yang tak kalah menarik adalah Uji Emisi Kendaraan Gratis pada 18 Desember, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Kemudian Sedekah Udara 770 di Alun-alun Lumajang pada 19 Desember, yang mengusung pesan simbolik tentang hak masyarakat atas udara bersih.
Komitmen melawan korupsi juga mendapat panggung khusus melalui Konvensi Pengawasan Aksi Basmi Korupsi pada 22 Desember di GOR Wira Bhakti. Pesannya tegas: perayaan boleh meriah, tapi integritas tetap nomor satu.
Kemegahan budaya mencapai klimaks pada 20 Desember lewat Parade Drumband, dengan rute dari Jalan Ahmad Yani hingga Perempatan Adipura. Dentuman ritme dan barisan rapi menjadi tontonan yang dinanti warga.
Menutup rangkaian, Happy Fish New Year digelar pada 30–31 Desember di Kantor Dinas Perikanan, menandai transisi menuju tahun baru dengan nuansa segar dan penuh harapan.
Hari Jadi ke-770 Kabupaten Lumajang bukan sekadar angka. Ia adalah penanda perjalanan panjang, sekaligus pengingat bahwa Lumajang dibangun dari budaya, kebersamaan, dan komitmen untuk terus maju. Warga tinggal datang, menikmati, dan ikut merayakan—karena pesta ini memang milik semua.
AR/SF