JAKARTA | SGB-NEWS.id — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dalam sebuah pertemuan resmi yang berlangsung di Kantor Sekretariat Kabinet, Kamis malam (15/1/2026). Pertemuan tersebut membahas laporan hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin sekaligus mendiskusikan prioritas program Kadin tahun 2026.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Dalam pertemuan itu, Kadin memaparkan sejumlah agenda strategis yang akan menjadi fokus kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan nasional. Salah satu poin utama yang dibahas adalah program Quick Win Kadin 2025, yang meliputi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), serta dukungan pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).[sitekit_posts posts_per_page=”4″ order=”DESC” orderby=”date”]
Program-program tersebut dinilai sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas nasional.
Selain itu, pertemuan juga menyinggung peran Kadin dalam mendukung program strategis pemerintah, termasuk Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih, yang diarahkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kemandirian desa dan kawasan pesisir.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turut memberikan masukan terkait potensi kontribusi Kadin GEO (Global Engagement Office) dalam mendukung agenda diplomasi ekonomi Presiden Prabowo Subianto, khususnya menjelang kunjungan kenegaraan ke Inggris serta partisipasi Indonesia dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
Menurut Sekretaris Kabinet, keterlibatan aktif dunia usaha memiliki peran penting dalam memperkuat posisi Indonesia di forum internasional, membuka peluang investasi, dan memperluas kerja sama global yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, Kadin menegaskan komitmennya untuk terus bergotong royong dalam semangat “Indonesia Incorporated”—menyatukan kekuatan pemerintah dan dunia usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Pertemuan ini menjadi penegasan bahwa sinergi antara negara dan pelaku usaha tidak sekadar simbolik, melainkan diarahkan pada langkah konkret yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat.
Shinta Rahmawati
