Pencarian Korban Banjir, Negara Hadir di Tengah Duka
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Probolinggo – SGB-News.id – Bencana banjir yang melanda Desa Sumendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, menyisakan duka mendalam. Seorang anak bernama Muhammad Arsyad Arrozi dilaporkan terseret arus banjir pada 2 Februari 2024. Hingga pencarian dilakukan, korban belum ditemukan. Di tengah situasi tersebut, Camat Tongas, Rocmad, memilih turun langsung ke lokasi pencarian.
Langkah ini menjadi sorotan warga. Bukan karena jabatan, tetapi karena kehadiran. Rocmad terlihat menyusuri aliran sungai bersama tim gabungan, membaur dengan warga yang sejak awal ikut melakukan pencarian. Di saat banyak pihak hanya memantau dari kejauhan, ia memilih berada di titik paling sulit.
“Semoga korban segera ditemukan,” ujar Rocmad kepada SGB NEWS id. Kalimat singkat itu diucapkan di tengah suara arus sungai yang masih deras—jujur, tanpa basa-basi.
Pencarian Melibatkan Banyak Pihak
Pencarian terhadap Muhammad Arsyad Arrozi dilakukan secara intensif sejak laporan diterima. Camat Tongas bergabung bersama Ketua BPBD Kabupaten Probolinggo, Uemar Kalasiar, Tim SAR, relawan, serta masyarakat setempat. Mereka menyisir sejumlah titik rawan, mulai dari aliran Sungai Bayeman, Dusun Rancang, hingga wilayah hilir sungai yang diduga menjadi jalur hanyut korban.
Medan pencarian tidak ramah. Arus air yang belum sepenuhnya surut, lumpur, dan semak di sepanjang sungai menjadi tantangan tersendiri. Namun, pencarian tetap dilanjutkan dengan pembagian sektor agar area yang disisir semakin luas dan terukur.
Hingga pencarian hari berikutnya, korban masih belum ditemukan. Meski demikian, tim gabungan memastikan upaya pencarian tidak dihentikan begitu saja dan terus dievaluasi sesuai kondisi lapangan.
Banjir dan Dampaknya bagi Warga
Banjir di Desa Sumendi terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Probolinggo. Debit air sungai meningkat drastis hingga meluap dan menggenangi rumah warga. Sejumlah aktivitas lumpuh, dan warga harus waspada terhadap potensi banjir susulan.
Dalam kondisi darurat itulah Muhammad Arsyad Arrozi dilaporkan terseret arus. Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Warga sekitar mengaku masih trauma dan berharap korban segera ditemukan agar keluarga mendapat kepastian.
Selain fokus pada pencarian korban, pihak kecamatan bersama BPBD juga melakukan pendataan dampak banjir serta memastikan keselamatan warga di titik-titik rawan. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mengantisipasi kejadian serupa.
Kepemimpinan yang Dirasakan, Bukan Sekadar Dilihat
Turunnya Camat Tongas ke lapangan memberi pesan tegas bahwa kepemimpinan bukan soal posisi, melainkan tanggung jawab. Dalam situasi bencana, masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar instruksi mereka membutuhkan kehadiran dan empati.
Apa yang terjadi di Desa Sumendi menunjukkan bahwa negara bisa hadir secara nyata ketika aparatnya mau berada di tengah rakyat. Tidak menunggu situasi aman, tidak berjarak dengan penderitaan.
Pencarian Muhammad Arsyad Arrozi masih terus diupayakan. Harapan tetap dijaga, doa terus dipanjatkan. Dari peristiwa ini, publik diingatkan bahwa di tengah banjir dan duka, kepedulian dan solidaritas adalah kekuatan utama yang harus terus hidup.
AB