PROBOLINGGO | SGB-News.id – Puluhan warga mendatangi rumah seorang perempuan berinisial YT di Dusun Kembang, RT 001 RW 001, Desa Pakuniran, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Senin (9/2/2026). Aksi tersebut dipicu kekecewaan warga yang merasa menjadi korban penipuan investasi online melalui aplikasi MBA.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Aplikasi investasi bernama MBA (MBAstack Limited Company) tersebut dilaporkan resmi runtuh sejak awal Februari 2026. Ribuan pengguna tidak lagi dapat melakukan penarikan dana, hingga aparat memastikan platform tersebut merupakan penipuan berkedok investasi.
Kejanggalan mulai dirasakan para anggota ketika sistem penarikan dana mendadak bermasalah. Sebelumnya, pengelola aplikasi melalui grup WhatsApp mengirim pesan yang disampaikan oleh admin bernama Nathalie, menjanjikan penurunan biaya penarikan dari 8 persen menjadi 3 persen yang diklaim mulai berlaku pada 9 Februari 2026. Namun janji tersebut tak pernah terealisasi.
Akibatnya, para korban mengalami kerugian materiil yang bervariasi, mulai dari Rp4,5 juta hingga puluhan juta rupiah per orang.
Salah satu korban, DR, warga Desa Margoayu, mengaku mengalami kerugian sebesar Rp13 juta setelah mendaftarkan lebih dari satu akun. Ia juga menyebut ada warga lain di dusunnya yang mengalami kerugian dengan nominal serupa.
“Saya daftar Rp1,3 juta, cuma dapat mesin cuci senilai Rp1,3 juta. Sampai sekarang uangnya sama sekali tidak bisa ditarik,” ujar DR saat ditemui di lokasi rumah YT.
DR menjelaskan, aplikasi tersebut menawarkan iming-iming keuntungan besar. Dengan modal pendaftaran sekitar Rp1,4 juta, anggota dijanjikan penghasilan harian Rp43.500 yang diklaim bisa dicairkan setiap hari Kamis.
“Katanya bisa ditarik Kamis minggu kemarin, lalu diinfokan lagi bisa ditarik hari ini (Senin). Tapi kenyataannya tetap tidak bisa,” tambahnya dengan nada kecewa.
Situasi sempat memanas akibat kekecewaan warga. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Satreskrim Polres Probolinggo bergerak cepat mengamankan YT beserta dua orang lainnya.
Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP I Made Kembarmartadana, membenarkan langkah tersebut.
“Iya benar, yang bersangkutan sudah kami bawa ke Mapolres Probolinggo untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujarnya.
Pantauan di lapangan, puluhan personel Polres Probolinggo diterjunkan untuk mengamankan lokasi dan menjaga kondusivitas di sekitar rumah yang diduga menjadi koordinator wilayah aplikasi MBA tersebut.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan melaporkan secara resmi apabila merasa dirugikan, guna memperlancar proses hukum yang sedang berjalan.
(HARDON)