PROBOLINGGO | SGB-News.id — Sebanyak 312 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kota Probolinggo mengikuti pembinaan kesehatan intensif menjelang keberangkatan haji yang dijadwalkan pada April 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di Puri Manggala Bhakti sebagai bagian dari tahapan wajib memastikan kesiapan fisik dan mental jemaah.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pembinaan ini melibatkan tim medis dari Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo bersama tenaga kesehatan puskesmas se-Kota Probolinggo. Fokus utama diarahkan pada deteksi dini penyakit penyerta, penguatan daya tahan tubuh, serta edukasi pencegahan penyakit menular yang berisiko muncul selama pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.
Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, menegaskan bahwa kesiapan kesehatan bukan sekadar formalitas administrasi. Ia menekankan prinsip istithaah sebagai syarat utama berhaji—mampu secara fisik, mental, dan finansial.
“Jangan berangkat hanya karena sudah dapat porsi. Pastikan tubuh benar-benar siap. Ibadah haji itu butuh stamina, bukan hanya niat,” tegasnya di hadapan para calon jemaah.
Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari turut mengingatkan agar para CJH disiplin menjaga pola makan, istirahat cukup, dan rutin berkonsultasi dengan tenaga kesehatan hingga hari keberangkatan. Menurutnya, langkah preventif jauh lebih efektif dibanding penanganan saat kondisi sudah menurun.
Data dari Dinas Kesehatan menunjukkan sebagian calon jemaah masuk kategori risiko tinggi (risti) karena faktor usia dan komorbid. Karena itu, pembinaan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk pemantauan tekanan darah, kadar gula, kebugaran fisik, serta vaksinasi yang dipersyaratkan.
Pemerintah Kota Probolinggo menargetkan seluruh CJH berangkat dalam kondisi layak terbang dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur sekaligus sehat. Persiapan ini menjadi bukti bahwa ibadah bukan hanya urusan spiritual, tetapi juga soal manajemen kesehatan yang terukur.
Sumber: Probolinggokota.go.id
Tim-Redaksi
