Probolinggo, SGB-News.id – Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi untuk wilayah Kota Probolinggo resmi beredar dan menjadi pedoman umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa tahun ini. Berdasarkan jadwal tersebut, 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Dalam jadwal yang diterbitkan untuk waktu standar wilayah Kota Probolinggo itu, tercantum rincian waktu imsak, subuh, syuruq, dhuha, dzuhur, ashar, magrib, hingga isya selama 30 hari penuh Ramadan.
Pada hari pertama puasa, Kamis (19/2/2026), waktu imsak tercatat pukul 04.04 WIB, subuh 04.14 WIB, dan magrib atau waktu berbuka puasa pada pukul 17.53 WIB. Sementara itu, waktu isya berada di kisaran pukul 19.04 WIB.
Memasuki pertengahan Ramadan, waktu imsak relatif stabil di sekitar pukul 04.05–04.06 WIB. Adapun waktu magrib secara bertahap mengalami perubahan beberapa menit seiring pergerakan posisi matahari. Pada hari-hari terakhir Ramadan, waktu magrib tercatat sekitar pukul 17.41 WIB, sementara isya berada di kisaran pukul 18.49–18.50 WIB.
Perubahan waktu ini merupakan hal yang wajar secara astronomis dan menjadi pengingat bahwa Ramadan berjalan dalam ritme waktu yang disiplin. Tidak ada ruang untuk menunda-nunda sahur atau menyepelekan waktu berbuka.
Pemerintah dan tokoh agama diharapkan turut mengingatkan masyarakat agar menggunakan jadwal resmi sebagai rujukan, bukan sekadar mengandalkan perkiraan. Selisih satu-dua menit dalam ibadah puasa bukan perkara sepele.
Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga. Momentum ini menjadi ruang evaluasi diri, penguatan solidaritas sosial, serta peningkatan produktivitas. Di tengah aktivitas pekerjaan, pelayanan publik, dan roda ekonomi yang tetap berjalan, kedisiplinan waktu menjadi kunci.
Bagi aparatur sipil negara, tenaga kesehatan, aparat keamanan, hingga pelaku usaha, jadwal imsakiyah ini menjadi panduan manajemen energi harian. Sahur tepat waktu, ibadah terjaga, pekerjaan tetap maksimal. Tidak ada alasan menjadikan puasa sebagai pembenaran turunnya kualitas pelayanan.
Masyarakat juga diimbau menjaga toleransi dan ketertiban selama Ramadan. Aktivitas sahur, buka puasa bersama, hingga ibadah tarawih hendaknya tetap memperhatikan ketertiban umum dan kenyamanan bersama.
Selain itu, Ramadan 1447 H ini diharapkan menjadi momentum penguatan kepedulian sosial. Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, semangat berbagi harus lebih terasa, bukan sekadar seremonial.
Jadwal imsakiyah bukan hanya tabel angka. Ia adalah pengingat bahwa setiap menit dalam Ramadan bernilai. Waktu subuh adalah awal perjuangan, waktu magrib adalah titik syukur, dan di antara keduanya ada ladang amal yang terbuka lebar.
Kota Probolinggo memasuki Ramadan dengan harapan besar: ibadah meningkat, solidaritas menguat, dan disiplin waktu menjadi budaya. Karena pada akhirnya, Ramadan bukan tentang seberapa lama kita menahan lapar, tetapi seberapa serius kita memperbaiki diri.
Redaksi