PROBOLINGGO | SGB-News.id – Camat Telagsiwalan, Bapak Hariyanto, S.Sos., M.Si., menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Kecamatan Telagsiwalan, Kabupaten Probolinggo.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan moral sekaligus ajakan untuk menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum memperkuat keimanan, kepedulian sosial, serta semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Selamat menjalankan ibadah puasa 1447 H. Semoga Ramadan tahun ini membawa keberkahan, kedamaian, dan mempererat persaudaraan di tengah masyarakat Telagsiwalan,” ujar Camat Hariyanto.
Ia menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ruang evaluasi diri, memperbaiki kualitas ibadah, serta memperkuat integritas pribadi maupun sosial. Menurutnya, nilai-nilai kesabaran, kejujuran, dan kepedulian yang dilatih selama puasa harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelayanan publik.
Camat Telagsiwalan juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga generasi muda, untuk menjaga kondusivitas wilayah selama bulan suci. Ia berharap suasana Ramadan di Telagsiwalan tetap aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.
“Ramadan adalah momentum memperkuat solidaritas sosial. Mari saling menghormati, menjaga ketertiban, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kecamatan dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang harmonis. Semangat gotong royong yang menjadi karakter masyarakat Probolinggo diharapkan semakin nyata selama bulan suci.
Dengan datangnya Ramadan 1447 H yang bertepatan dengan tahun 2026, Pemerintah Kecamatan Telagsiwalan berharap ibadah puasa menjadi energi positif untuk membangun masyarakat yang religius, berintegritas, dan berdaya saing.
Bulan suci bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, Ramadan adalah latihan disiplin moral. Jika nilai-nilai itu konsisten dijaga, bukan tidak mungkin Telagsiwalan akan semakin kuat, bukan hanya secara spiritual, tetapi juga secara sosial dan pemerintahan.
Ramadan datang setiap tahun. Yang membedakan adalah sejauh mana kita menjadikannya titik balik untuk menjadi lebih baik.
Redaksi
