Pasuruan, SGB-NEWS.id — Suasana religius berpadu dengan semangat kebersamaan terasa begitu kuat dalam peringatan Milad ke-6 TPQ Al-Hidayah H. Branang, Lekok, Pasuruan, Jawa Timur. Kegiatan bertajuk Gema Sholawat ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum penuh makna melalui prosesi wisuda ratusan santri.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Sekitar 700 jamaah memadati lokasi acara, menghadirkan nuansa syiar Islam yang hidup dan membumi. Lantunan sholawat menggema, mengiringi langkah para santri yang mengikuti karnaval dengan penuh keceriaan—sebuah gambaran nyata bahwa pendidikan agama dapat dikemas dengan cara yang menyenangkan dan menyentuh hati.
Pengasuh TPQ Al-Hidayah, Gus Sharif Hidayatullah, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut. Kehadiran para kyai dan gus dari berbagai daerah menjadi penguat spiritual sekaligus dukungan moral bagi perkembangan lembaga pendidikan Al-Qur’an tersebut.
“Ini bukan sekadar perayaan, tapi bentuk rasa syukur dan harapan kami agar para santri tumbuh menjadi generasi Qurani yang berakhlak mulia,” ujarnya.
TPQ Al-Hidayah saat ini membina sekitar 200 santri, termasuk santri pemula yang baru belajar membaca Al-Qur’an. Seluruh santri diwisuda sebagai bentuk apresiasi atas proses belajar mereka—sebuah langkah kecil yang menjadi fondasi besar dalam perjalanan keilmuan dan keimanan.
Dalam tausiyahnya, Kyai H. Bisri dari Probolinggo menekankan pentingnya menjaga ilmu agar tetap hidup dalam amal sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa keberkahan ilmu tidak hanya terletak pada hafalan, tetapi juga pada penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.
Pesan serupa juga disampaikan oleh para tokoh yang hadir, termasuk Gus Nabil dari Pondok Pesantren Algozini Sidoarjo dan Gus Imam Muslim, pengasuh Pondok Pesantren Al Maksum Branang. Mereka mengajak seluruh santri dan wali santri untuk terus menjaga semangat belajar dan memperkuat pendidikan agama sejak dini.
“Ilmu yang barokah adalah ilmu yang diamalkan. Dan hari ini kita menyaksikan awal dari perjalanan itu,” ungkap salah satu ustadz dalam sambutannya.
Acara ini bukan hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga simbol keberhasilan TPQ Al-Hidayah dalam menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda. Dari desa kecil di Lekok, semangat para santri menjadi bukti bahwa masa depan umat sedang dipersiapkan—pelan, namun pasti.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa pendidikan berbasis Al-Qur’an tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
**(ab