Sidoarjo – Sgb-news.id,- Upaya pencarian balita berusia 19 bulan yang dilaporkan hanyut di aliran Sungai Kalidawir, Kabupaten Sidoarjo, akhirnya berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kelima pencarian, Minggu (12/4/2026), sekitar 16 kilometer dari titik awal dilaporkan hilang.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Korban ditemukan pada pukul 10.30 WIB oleh tim gabungan yang sejak awal melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran sungai hingga ke wilayah hilir. Proses pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Sidoarjo, Basarnas, relawan, hingga personel TNI dan Polri yang bekerja tanpa henti sejak hari pertama kejadian.
Kepala BPBD Sidoarjo, Sabino Mariano, menyampaikan bahwa penemuan korban merupakan hasil dari upaya maksimal seluruh tim di lapangan yang terus memperluas area pencarian mengikuti arus sungai.

“Korban ditemukan di aliran hilir sungai setelah dilakukan penyisiran secara bertahap selama lima hari. Tim bergerak berdasarkan analisa arus dan kemungkinan pergerakan korban,” ujarnya.
Senada dengan itu, Koordinator Basarnas di lapangan, Kristiawan, menegaskan bahwa seluruh personel telah mengerahkan kemampuan terbaik dalam operasi kemanusiaan tersebut.
“Sejak hari pertama kami langsung melakukan pencarian secara terpadu. Area penyisiran diperluas hingga beberapa kilometer ke arah hilir, dan akhirnya korban berhasil ditemukan,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Tanggulangin, Kompol Anggono Jaya, mengungkapkan bahwa setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh petugas dan dibawa ke fasilitas medis untuk penanganan lebih lanjut.
“Jenazah telah kami evakuasi dan dibawa ke Pusdik Porong untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban serta menjadi perhatian serius bagi masyarakat sekitar. Kondisi arus Sungai Kalidawir yang cukup deras dinilai berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak yang berada di sekitar bantaran sungai tanpa pengawasan.
Pihak berwenang pun mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam mengawasi aktivitas anak-anak di lingkungan yang berdekatan dengan aliran sungai, guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
(Yasir)