PROBOLINGGO, SGB NEWS – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Dr. Hj. Siti Romlah, S.Si., M.Pd., menegaskan komitmennya dalam mendorong kemajuan seni, budaya, dan sastra melalui ajang C-PRO Got Talent (FLS3N) Tahun 2026. Senin, 13 April.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Dalam sambutannya di Kampung Seni, Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Mayangan, ia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga harus memberi ruang luas bagi pengembangan bakat dan karakter peserta didik.
“Kita harus terus getol terhadap kemajuan kebudayaan, seni, dan sastra di Kota Probolinggo,” tegasnya di hadapan peserta dan tamu undangan.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Kota Probolinggo tahun 2026 yang disinergikan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi implementasi nyata dari program kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam membangun generasi kreatif dan berkarakter.
C-PRO Got Talent 2026 digelar selama lima hari, mulai 13 hingga 17 April 2026, dengan melibatkan ratusan peserta dari jenjang SD/MI hingga SMP/MTs se-Kota Probolinggo.
Dr. Siti Romlah menjelaskan, ajang ini menjadi wadah penting untuk menampilkan potensi siswa di bidang seni dan sastra, sekaligus sebagai upaya pelestarian budaya lokal. Salah satu yang menjadi sorotan adalah lomba Menari Jaran Bodag, yang merupakan warisan budaya tak benda sekaligus identitas Kota Probolinggo.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya tampil, tetapi juga belajar mencintai budaya daerahnya sendiri,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga masyarakat, dalam mendukung pendidikan berbasis seni dan budaya. Menurutnya, pembentukan karakter tidak bisa hanya bergantung pada ruang kelas, tetapi juga membutuhkan ruang ekspresi yang nyata.
Dengan jumlah peserta mencapai ratusan, kegiatan ini menunjukkan tingginya antusiasme pelajar serta dukungan dari para guru dan orang tua dalam mengembangkan potensi anak.
Di akhir sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo berharap ajang ini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan budaya, kreativitas, serta kepercayaan diri untuk tampil di tingkat yang lebih tinggi.
“Kita ingin anak-anak Kota Probolinggo tidak hanya pintar, tetapi juga berkarakter dan berbudaya,” pungkasnya.
Ferdi