PROBOLINGGO | SGB-News id – Program Tahfidz Al-Qur’an di SMP Negeri 3 Kota Probolinggo kembali menorehkan capaian membanggakan. Sebanyak 165 siswa berhasil mengikuti wisuda tahfidz tingkat Provinsi Jawa Timur, menjadikannya sebagai salah satu sekolah dengan jumlah wisudawan terbanyak di Jawa Timur pada tahun 2025.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Dr. Siti Romlah, S.Si., M.Pd, saat menghadiri kegiatan penghargaan peserta wisuda tahfidz yang digelar di lingkungan sekolah, Selasa (4/3/2026).
Siti Romlah mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara sekolah, komite, masyarakat, serta tokoh agama yang bersama-sama membangun karakter siswa melalui gerakan mengaji.
“Keberhasilan ini merupakan kolaborasi yang luar biasa antara pihak sekolah, komite, Dinas Pendidikan, serta masyarakat. Program tahfidz ini terbukti mampu membangun karakter siswa,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, beberapa tahun lalu kawasan sekitar sekolah sempat menghadapi persoalan perilaku remaja. Namun sejak program mengaji dan tahfidz berjalan, perubahan positif mulai terlihat.
“Dulu kita sering mendengar berbagai persoalan perilaku remaja. Tetapi sejak adanya gerakan mengaji di sekolah ini, alhamdulillah dalam tiga tahun terakhir tidak ada lagi kasus pelanggaran berat,” jelasnya.
Menurut Siti Romlah, keberhasilan program tersebut akan menjadi inspirasi bagi sekolah negeri lainnya di Kota Probolinggo.
Ia menyebut beberapa sekolah seperti SMP Negeri 5 dan SMP Negeri 7 telah mulai menerapkan program serupa, meskipun pelaksanaannya masih terus dikembangkan.
“Ke depan ini akan menjadi program di seluruh sekolah di Kota Probolinggo, karena terbukti sangat efektif dalam pembinaan karakter siswa,” katanya.
Selain kegiatan belajar di sekolah, para siswa juga menjalankan kegiatan murojaah atau pengulangan hafalan Al-Qur’an sejak pukul 05.00 pagi, yang dipandu oleh pihak sekolah bersama komite.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Kota Probolinggo Sumantri, S.Pd., M.Pd menjelaskan bahwa program tahfidz telah berjalan selama empat tahun sejak adanya kerja sama dengan lembaga pembinaan Al-Qur’an.
Ia mengatakan, dari 165 siswa yang mengikuti wisuda tahfidz tingkat Jawa Timur, sebagian di antaranya juga merupakan siswa inklusi.
“Di antara 165 siswa itu juga ada anak inklusi yang mampu mengikuti program hafalan Al-Qur’an. Ini menjadi kebanggaan bagi kami,” ujar Sumantri.
Untuk mendukung keberhasilan program, sekolah melakukan pemetaan kemampuan siswa sejak awal. Para siswa kemudian dibagi dalam tiga kelompok pembelajaran, yaitu kelas tahfidz, tahsin, dan murtajil.
Program tersebut dilaksanakan secara rutin dua kali dalam seminggu, yakni setiap Jumat dan Sabtu, dengan pendampingan guru serta lembaga pembina dari Darul Qur’an Surabaya.
Dengan capaian tersebut, SMP Negeri 3 Kota Probolinggo diharapkan menjadi contoh penguatan pendidikan karakter melalui pendekatan religius yang melibatkan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Ferdi