SGB-News.id°PROBOLINGGO — Komitmen membangun desa yang transparan dan akuntabel kembali ditegaskan melalui pertemuan koordinasi di Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan LSM L3GAM, awak media, serta jajaran Polsek Dringu.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pertemuan ini menjadi ruang terbuka bagi seluruh elemen untuk menyatukan visi: pembangunan desa tidak cukup hanya berjalan, tetapi harus dikawal bersama agar tetap berada di jalur yang benar.
Kepala Desa Kedungdalem, Sumartono, menekankan pentingnya sinergi dan keterbukaan dalam setiap proses pembangunan.
“Perkembangan desa harus dibangun dengan koordinasi dan kerja sama yang terbuka. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Transparansi menjadi kunci agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan arah kepemimpinan desa yang ingin keluar dari pola lama—yang seringkali tertutup dan minim partisipasi publik. Desa Kedungdalem justru mendorong keterlibatan semua pihak, termasuk LSM dan media, sebagai bagian dari kontrol sosial.
Perwakilan L3GAM menyampaikan bahwa fungsi pengawasan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan setiap program berjalan sesuai aturan dan kepentingan masyarakat.
“Kalau semua berjalan sesuai regulasi, tidak ada alasan untuk alergi terhadap pengawasan. Ini bentuk kepedulian bersama,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak Polsek Dringu menegaskan dukungannya dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah, termasuk mengawal proses pembangunan desa agar tetap aman dan tertib.
Awak media yang hadir juga menegaskan perannya sebagai penghubung informasi publik. Tidak hanya menyampaikan kabar, tetapi juga memastikan bahwa prinsip transparansi benar-benar diterapkan.
Koordinasi ini menjadi langkah konkret bahwa Desa Kedungdalem tidak ingin berjalan sendiri. Kolaborasi lintas elemen menjadi fondasi untuk membangun tata kelola pemerintahan desa yang bersih, terbuka, dan berpihak pada masyarakat.
Realitanya sederhana: desa yang terbuka akan lebih cepat maju dibanding desa yang sibuk menutup-nutupi. Desa Kedungdalem tampaknya memilih jalan yang jelas terbuka, diawasi, dan siap berkembang.
Ferdi